Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Warga Tasikharjo Tuntut Relokasi dan Transparansi Rekrutmen TPPI

- Reporter

Kamis, 21 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Tasikharjo, Damuri, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Kepala Desa Tasikharjo, Damuri, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), perusahaan petrokimia dan energi yang diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, justru menuai kritik dari warga Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu. Pasalnya, masyarakat yang tinggal di ring 1 pabrik tersebut mengaku tersisih dalam proses rekrutmen tenaga kerja, sementara mereka harus menanggung dampak kebisingan dan bau menyengat dari operasional pabrik.
Atas dasar itu, warga menggelar audiensi dengan menghadirkan pihak perusahaan, Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnaskerin) Tuban, serta Forkopimka Jenu, Kamis (21/08/2025) di Balai Desa Tasikharjo. Pertemuan dipimpin Danramil Jenu, Kapten Ali Mubdi, berlangsung tertib meski General Manager PT TPPI tidak hadir.

Relokasi dan Transparansi Rekrutmen

Kepala Desa Tasikharjo, Damuri, menyebut sedikitnya 18 rumah warga berdiri menempel langsung dengan pagar TPPI tanpa ada jarak aman. Kondisi itu membuat warga kerap terpapar bau menyengat dan kebisingan mesin pabrik.
“Puluhan tahun tidak ada tindakan konkret untuk merelokasi warga kami. Padahal sejak 2019 sudah kami ajukan, tapi belum ada respons,” ujar Damuri.
Ia juga menyinggung proses rekrutmen tenaga kerja yang dianggap tidak transparan. Warga terdampak merasa tidak diberi prioritas meskipun mereka paling dekat dengan pabrik.
“Yang benar-benar terdampak itu Tasikharjo dan Remen. Harapan kami ada perwakilan warga yang bisa diterima sebagai pekerja organik, agar kemiskinan di Tuban bisa berkurang,” imbuhnya.
Selain itu, warga juga menyoroti soal kesehatan. Menurut Damuri, pengobatan gratis yang digelar perusahaan belum cukup, karena tidak bisa mendeteksi dampak jangka panjang akibat polusi. Ia menegaskan, warga memilih jalur mediasi melalui Disnaker, Bupati, Gubernur Jatim, hingga kementerian terkait, sembari menahan diri untuk tidak melakukan aksi demo.
“Tapi kalau aspirasi terus diabaikan, warga bisa semakin kecewa,” tegasnya.

Respons Perusahaan: Masih Terkait Proyek Olivin

Menanggapi keluhan itu, perwakilan Divisi HSSC PT TPPI, Ahmad Muzaki, mengatakan relokasi warga masih berkaitan dengan proyek besar di bawah pengawasan Kilang Pertamina Internasional (KPI).
“Untuk saat ini memang belum bisa direalisasikan,” jelasnya.
Muzaki menambahkan, perusahaan sudah membangun tembok penghalang suara dan melakukan perbaikan alat saat overhaul guna mengurangi bau. Selain itu, pengukuran dampak lingkungan rutin dilakukan sesuai regulasi.
Terkait rekrutmen, ia mengakui perlunya perbaikan komunikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Aspirasi warga akan kami tindaklanjuti secara profesional,” imbuhnya.

Disnaker Siapkan Tim Kecil

Sekretaris Disnaskerin Tuban, Suwito, menegaskan pihaknya akan membentuk tim kecil sebagai jembatan komunikasi antara warga dan perusahaan.
“Pihak Pemkab mendorong agar terwujud solusi bersama,” ujarnya. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

SIG Tuban Perluas Jaringan Air Bersih di Tahulu, Layani 83 KK dan Dukung Program MBG
Kasus Makam Sunan Bonang Tuban Dibuka Lagi, PWI-LS Sebut Tak Pernah Ada Izin Pembongkaran Nisan
Aliansi Umat Desak Polisi Usut Dugaan Perusakan Makam Sunan Bonang Tuban, Ancam Aksi Lebih Besar
Puluhan Warga Tuban Antusias Ikuti Nobar Film Dokumenter “Pesta Babi”
Polri Bangun 1.376 SPPG MBG, Diproyeksikan Serap Hingga 68 Ribu Tenaga Kerja
Di Balik Kunjungan Presiden ke Tuban, Ada Lahan Hutan Diratakan dan Keluhan Pesanggem
Prabowo Puji Peran Polri dalam Ketahanan Pangan Saat Panen Raya Jagung di Tuban
1.500 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Kedatangan Presiden di Panen Raya Jagung Tuban

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:10 WIB

SIG Tuban Perluas Jaringan Air Bersih di Tahulu, Layani 83 KK dan Dukung Program MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 19:45 WIB

Aliansi Umat Desak Polisi Usut Dugaan Perusakan Makam Sunan Bonang Tuban, Ancam Aksi Lebih Besar

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:57 WIB

Puluhan Warga Tuban Antusias Ikuti Nobar Film Dokumenter “Pesta Babi”

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:54 WIB

Polri Bangun 1.376 SPPG MBG, Diproyeksikan Serap Hingga 68 Ribu Tenaga Kerja

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:32 WIB

Di Balik Kunjungan Presiden ke Tuban, Ada Lahan Hutan Diratakan dan Keluhan Pesanggem

Berita Terbaru

Ilustrasi seorang ASN berstatus terpidana kasus penipuan proyek pemerintah namun diduga masih aktif menerima gaji negara, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pemerintah

Sudah Jadi Terpidana, ASN Tuban Ini Diduga Masih Digaji Negara

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:48 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id