Tuban – Suasana hangat penuh nostalgia menyelimuti acara temu kangen alumni Fakultas Hukum Universitas Negeri Jember (UNEJ) angkatan 1976 yang digelar di Bumi Ronggolawe, Tuban, Rabu (17/09/2025).
Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Sujarwoto Tjondronegoro atau yang akrab disapa Mas Totok, di Perum Bukit Karang AK9 Tuban. Sekitar 60 alumni dari berbagai daerah di Indonesia hadir meramaikan acara tersebut. Sebelumnya, pertemuan serupa pernah dilaksanakan di Kota Semarang, Jawa Tengah.
“Agenda tahunan ini selain diadakan di rumah saya, juga digelar di salah satu restoran dan hotel ternama di Tuban selama tiga hari,” ungkap Sujarwoto.
Kenangan dan Kebersamaan Alumni
Acara semakin meriah dengan alunan tembang kenangan yang membangkitkan suasana keakraban para alumni. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari mantan pejabat tinggi, guru besar, dosen, advokat, hingga tokoh masyarakat.
Salah satu guru besar dari Universitas Merdeka Malang, Prof. Bambang Satria, menyampaikan kebanggaannya bisa hadir dan merasakan hangatnya silaturahmi. Ia menilai kegiatan semacam ini penting untuk menjaga ikatan emosional sekaligus menjadi ruang untuk bertukar pandangan.
Pesan Kebangsaan dari Akademisi
Dalam kesempatan berbincang dengan awak media, Prof. Bambang juga menyinggung kondisi perekonomian Indonesia yang menurutnya tengah mengalami pelemahan. Ia menyebut, faktor penyebabnya beragam, mulai dari kebijakan pemerintah, dinamika lokal maupun global, hingga adanya pihak-pihak yang tidak menginginkan kondisi bangsa tetap stabil.
“Kita harus hati-hati dengan yang ingin negara kita ini tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masyarakat perlu tetap mencintai tanah air, menjaga stabilitas politik, serta mendukung pemerintahan yang sedang berjalan.
“Menurut saya boleh saja melakukan manuver politik, namun tunggu lima tahun kepemimpinan presiden yang baru selesai. Untuk menjaga kondusifitas negara, tentu dengan mendukung pemerintahan,” jelas Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Merdeka Malang itu.
Politik dan Konstitusi sebagai Landasan
Prof. Bambang menekankan bahwa dinamika politik sebaiknya disalurkan melalui jalur konstitusional, yakni lewat pemilu lima tahunan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan cara itu, menurutnya, stabilitas negara tetap terjaga, sementara aspirasi masyarakat tetap bisa tersalurkan dengan baik. (Az)
Editor : Kief












