Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Desak Penegakan Hukum, Warga Kepohagung Geruduk Polres Tuban Tuntut Periksa Kades

- Reporter

Kamis, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga desak Polres Tuban  segera periksa Kades Kepohagung terkait dugaan korupsi Dana Desa,  (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Warga desak Polres Tuban segera periksa Kades Kepohagung terkait dugaan korupsi Dana Desa, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Desakan warga Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang, terhadap penanganan kasus dugaan penyelewengan dana desa oleh Kepala Desa (Kades) Dono Samuri semakin menguat. Setelah sehari sebelumnya mendatangi balai desa, kali ini masyarakat bersama sejumlah perangkat desa melangkah lebih jauh dengan mendatangi Polres Tuban, Kamis (18/09/2025).
Mereka meminta kepastian hukum atas kasus yang dinilai berjalan lambat. Rombongan warga dan perangkat desa diterima langsung oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Tuban.

Polisi Tegaskan Proses Masih Berjalan

Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Tuban, IPTU Dhani Rhakasiwi, menegaskan bahwa penanganan perkara tetap berjalan sesuai prosedur. Hingga kini, sepuluh orang saksi telah diperiksa dan akan ada tambahan satu saksi lagi dalam waktu dekat.
“Proses memang harus dimulai dari saksi-saksi. Kepala desa akan dipanggil terakhir setelah bukti dinilai cukup kuat,” jelas IPTU Dhani.
Pernyataan tersebut dimaksudkan untuk menjawab keresahan warga yang mendesak agar Kades Dono segera diperiksa. Namun, bagi masyarakat, jawaban itu belum sepenuhnya menenangkan.

Kades Masih Bebas Beraktivitas

Ahmad Akhyar, perwakilan warga, menyampaikan keresahan masyarakat karena Dono masih terlihat bebas beraktivitas di desa. Menurutnya, hal itu menimbulkan kesan seolah kasus tidak ditindaklanjuti dengan serius.
“Itu membuat warga merasa resah karena seolah kasus tidak ditindaklanjuti,” ujarnya.
Warga berharap aparat kepolisian bisa mempercepat proses hukum agar keresahan tidak semakin meluas.

Dorongan Koordinasi dengan Inspektorat

Selain menuntut percepatan proses hukum, warga juga mendorong agar Polres Tuban lebih intens berkoordinasi dengan Inspektorat. Langkah itu dinilai penting untuk menindaklanjuti aspek administratif, termasuk wacana pemberhentian kades.
Bahkan perangkat desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) disebut tengah menyiapkan surat resmi untuk dikirimkan kepada Inspektorat terkait jabatan Dono.

Harapan Warga: Jangan Biarkan Kasus Mandek

Meski menyatakan siap menunggu proses hukum tanpa memberi tenggat waktu, warga menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh mandek. Bagi mereka, penegakan hukum atas dugaan penyelewengan dana desa bukan hanya soal kerugian keuangan negara, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa.
Jika dibiarkan berlarut, warga menilai bukan hanya nama sang kades yang dipertaruhkan, melainkan juga kredibilitas aparat penegak hukum dalam menjawab keresahan rakyat. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo
IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas
Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam
Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak
SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika
Viral Dugaan Penganiayaan Badut Oleh Anggota Propam Tuban, Polisi Sebut Kasus Sudah Dimediasi
19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi
Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:55 WIB

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:48 WIB

IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:36 WIB

Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:07 WIB

Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:33 WIB

SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika

Berita Terbaru

Petugas mengevakuasi jenazah Murtafia Rafika Devi (34), seorang bidan RSUD Besuki yang ditemukan meninggal dunia di saluran drainase Jalur Pantura Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Sabtu (06/06/2026) malam, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Sabtu, 6 Jun 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id