Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Kerap Sajikan Junkfood pada Menu MBG, SPPG Sumberarum Tuban Tuai Kritik

- Reporter

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ransum MBG yang disajikan SPPG di Tuban menuai kritik karena lebih mirip makanan cepat saji ketimbang hidangan bergizi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Ransum MBG yang disajikan SPPG di Tuban menuai kritik karena lebih mirip makanan cepat saji ketimbang hidangan bergizi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Di tengah isu banyak siswa keracunan setelah menyantap ransum Makan Bergizi Gratis (MBG), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Al Falah Ngrayun di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, justru menyajikan menu bernuansa junkfood. Orang tua siswa mulai mengeluhkan kualitas makanan yang disediakan.

Orang Tua dan Siswa Keluhkan Menu

Haqi, salah satu orang tua siswa, mengaku anaknya mendapat makanan berupa frozen food ditambah buah. Pada hari lain, menu yang diberikan hanya berupa french fries dengan buah dan susu.
“Kadang dapat roti yang dibelah dua, dikasih patty, selada, dan tomat seperti burger,” ungkap Haqi kepada LiputanSatu.id, Jumat (03/10/2025).
Seorang siswa yang enggan disebutkan namanya juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, ia kerap mendapat makanan cepat saji seperti kornet dan kentang goreng dari ransum MBG yang cuma membuat kenyang sebentar.

Kritik DPR dan Ahli Gizi

Dalam audiensi bersama Komisi IX DPR-RI, dr. Tan Sot Yen menyoroti kecenderungan SPPG menyajikan menu cepat saji hanya untuk menarik minat siswa, tanpa memperhatikan kualitas gizi.
“Dibagi spaghetti, dibagi bakmi gacoan, oh my god. Isi burgernya juga kadang daging olahan yang tidak jelas. Saya sendiri nista menyebutnya daging,” ujar Tan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/09/2025).
Ia menegaskan, program MBG seharusnya menjadi sarana pemenuhan gizi untuk menanggulangi stunting, bukan sekadar mengejar makanan yang disukai anak. Menurutnya, makanan lokal seperti sayur asem lebih sehat ketimbang burger berbahan gandum impor.

Tata Kelola dan Pengawasan

Dosen Hukum UGM, Dr. Herlambang P. Wiratraman, menilai tidak mengejutkan jika banyak kasus keracunan terjadi. Hal itu dikarenakan tata kelola yang dibawah standar serta  adaya konflik kepentingan.
“Karena melibatkan dana besar, bahkan patut diduga ada korupsi. Situasi ini muncul karena lemahnya pengawasan. Alih-alih menyajikan makanan bergizi, banyak yang justru memilih makanan olahan cepat saji (junkfood).” tegas Herlambang.

Kondisi tersebut kontras dengan urgensi nasional dalam menekan angka stunting. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Indonesia masih berada di angka 19,8 persen atau setara 4,48 juta balita. Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi 18,8 persen di 2025 dan mencapai 14,2 persen pada 2029.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Sumberarum belum memberikan pernyataan resmi. Upaya pewarta untuk meminta konfirmasi melalui pesan dan mendatangi lokasi belum membuahkan hasil. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai
May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Masalah IT Jadi Biang Kerok Turunnya Akreditasi RSUD dr Koesma Tuban
Kirab Kimsin Tetap Digelar Meski Tak Berizin, Pengelola Kwan Sing Bio: Ilegal dan Berpotensi Picu Konflik
Izin Kepolisian Belum Terbit, Kirab Kimsin Kwan Sing Bio Tuban Terancam Batal

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:13 WIB

Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban

Kamis, 30 April 2026 - 20:43 WIB

DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id