Tuban – Kabupaten Tuban diperkirakan baru akan memasuki musim penghujan pada akhir Oktober 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas III Tuban menyebut, dalam sepekan ke depan cuaca masih relatif cerah berawan hingga berawan, sehingga masyarakat perlu bersiap menghadapi keterlambatan datangnya musim hujan.
Cuaca Masih Cerah hingga Awal Oktober
Kepala BMKG Kelas III Tuban, Mochammad Nur, menjelaskan prakiraan cuaca untuk wilayah Tuban pada awal bulan ini. Menurutnya, periode 1–5 Oktober diprediksi cerah berawan hingga berawan, dan pada 6–10 Oktober kondisi cuaca diperkirakan lebih banyak cerah.
“Ditanggal 6 sampai 10 diperkirakan cerah,” ujar Nur, Jumat (03/10/2025).
Hal ini menandakan bahwa musim hujan belum segera tiba. Perubahan signifikan baru akan terjadi menjelang akhir bulan, tepatnya pada dasarian ketiga, yakni antara 21–30 Oktober 2025.
Perbedaan Awal Musim Hujan di Beberapa Kecamatan
BMKG Tuban juga merinci bahwa awal musim hujan di setiap kecamatan bisa berbeda.
Kecamatan Palang, Plumpang, Rengel, dan Widang diperkirakan lebih cepat, yakni pada dasarian kedua Oktober (11–20 Oktober).
16 kecamatan lainnya musim penghujan baru akan dimulai pada dasarian ketiga Oktober (21–30 Oktober).
Dengan demikian, sebagian besar wilayah Tuban baru akan benar-benar merasakan hujan di penghujung Oktober.
Imbauan BMKG: Waspada Pancaroba dan Cuaca Ekstrem
Nur mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dengan potensi cuaca ekstrem yang lazim terjadi saat peralihan musim (pancaroba). Fenomena seperti hujan deras disertai angin kencang, petir, maupun puting beliung bisa muncul secara tiba-tiba.
“Pada masa pancaroba, hujan lebat dalam waktu singkat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.
Tips Menjaga Kesehatan di Masa Peralihan Musim
Selain kewaspadaan terhadap cuaca, BMKG juga mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh selama masa pancaroba. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
Berolahraga secara rutin
Menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyakit menular
Pesan untuk Petani
Keterlambatan musim hujan juga berdampak pada sektor pertanian. Oleh karena itu, BMKG mengingatkan para petani agar aktif memantau informasi cuaca sebelum menentukan pola tanam.
“Untuk para petani, kami sarankan senantiasa memantau informasi cuaca agar pola tanamnya lebih terarah dan tidak merugi,” pungkas Nur. (Az)
Editor : Kief












