Tuban – Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban menegaskan komitmennya dalam mendorong terbentuknya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di setiap desa. Dukungan tersebut tidak hanya dalam bentuk pembinaan, tetapi juga pendampingan langsung melalui kerja sama lintas sektor, termasuk perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Tuban.
Kepala Diskopumdag Tuban, Gunadi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan mekanisme pendampingan bagi para pengurus dan anggota KDMP agar tidak merasa berjalan sendiri dalam proses pembentukan koperasi.
“Nanti juga ada pendamping, asisten bisnis yang dibentuk kementerian untuk mendampingi,” ungkap Gunadi kepada LiputanSatu.id.
Dorong Setiap Perusahaan Punya Koperasi Binaan
Gunadi menambahkan, sejumlah perusahaan besar di Tuban seperti SIG, Pertamina, Pupuk Indonesia, dan BRI akan turut serta dalam pembinaan. Setiap perusahaan diharapkan memiliki minimal satu koperasi binaan, dengan catatan koperasi tersebut bukan merupakan koperasi yang sudah berjalan sebelumnya.
“Perusahaan yang ada ke depan harus punya satu koperasi binaan. Tapi koperasi binaan itu tidak boleh mendampingi koperasi yang sudah berjalan,” tegasnya.
Mekanisme Pendampingan dan Forum Kabupaten
Bagi anggota koperasi yang mengalami kesulitan dalam proses pembentukan, Diskopumdag telah menyiapkan sistem pelaporan berjenjang melalui para asisten bisnis yang ditugaskan mendampingi.
Setiap asisten akan menangani maksimal lima koperasi dan bertugas menginventarisasi permasalahan yang muncul di lapangan.
“Nanti jika masalahnya tidak teratasi bisa disampaikan di forum kabupaten,” jelas Gunadi.
Peran Desa dan Skema Bagi Hasil
Selain dari pemerintah kabupaten dan perusahaan, pihak pemerintah desa juga diharapkan berperan aktif. Dukungan desa meliputi penyediaan fasilitas tempat maupun sarana penunjang lainnya. Namun, Gunadi menegaskan fasilitas yang digunakan KDMP tetap menjadi aset desa.
“Itu bukan berarti langsung jadi milik KDMP, ya. Fasilitas KDMP itu masih aset desa. Nanti keuntungan 20 persen masuk ke kas desa,” paparnya.
Selain itu, kepala desa juga akan berperan sebagai pengawas ex officio bagi KDMP di wilayahnya masing-masing.
Target Separuh Warga Produktif Bergabung
Gunadi berharap KDMP dapat menjadi wadah penguatan ekonomi masyarakat desa. Ia menargetkan minimal separuh masyarakat produktif di setiap desa bergabung dengan koperasi ini.
“Kalau KDMP bisa berjalan baik, desa akan ikut diuntungkan. Saya yakin nanti pemilihan ketua KDMP bisa lebih meriah dibanding pemilihan kepala desa,” ujarnya sambil tersenyum.
Dengan dukungan pemerintah daerah, perusahaan, dan desa, KDMP diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berkelanjutan di tingkat desa. (Az)
Editor : Kief












