328 KDMP Ditargetkan Beroperasi di Tuban, Baru 5 yang Jalan

- Reporter

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Diskopumdag Tuban, Gunadi, saat ditemui wartawan, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Kepala Diskopumdag Tuban, Gunadi, saat ditemui wartawan, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban menargetkan 328 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bisa beroperasi penuh pada 2025. Namun, hingga awal September ini, baru lima unit yang berjalan di Desa Pucangan, Rengel, Karangagung, Karanglu, dan Rayung.
“Harapan kami di bulan Agustus sudah 18 persen KDMP beroperasi. September naik dua kali lipat sekitar 35 persen, dan sisanya bertahap hingga November,” ujar Kepala Diskopumdag Tuban, Gunadi, saat ditemui wartawan.

Kendala SDM dan Kelembagaan

Gunadi mengakui, hambatan utama bukan hanya soal pendanaan, melainkan juga pemahaman pengurus koperasi yang masih baru. Karena itu, Pemkab menyiapkan fasilitasi kelembagaan, status hukum, hingga penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan NPWP.
“Setelah itu, para pengurus akan mendapat pelatihan serta pendampingan usaha agar benar-benar siap menjalankan koperasi,” tambahnya.
Untuk sementara, bangunan fisik KDMP memanfaatkan aset desa. Sesuai aturan, koperasi juga wajib menyisihkan 20 persen keuntungan untuk desa.

Skema Pembiayaan dan Risiko

Selain mengandalkan modal internal, KDMP diperbolehkan mengakses pembiayaan dari bank Himbara dengan batas maksimal 30 persen dari dana desa sebagai cadangan risiko. Skema ini diyakini menjadi pengaman finansial, meski sebagian kalangan mengingatkan potensi masalah jika koperasi gagal bayar.
“Kalau SDM pengurus tidak siap, justru bisa jadi beban baru. Dana desa yang mestinya untuk pembangunan bisa tergerus,” ungkap seorang pengurus BUMDes di Kecamatan Plumpang.

Suara Warga: Harga Sembako Lebih Murah

Meski baru lima koperasi yang berjalan, sebagian warga sudah merasakan manfaat. Siti Sholikah, warga Pucangan, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah di gerai KDMP.
“Senang mbak, beli telur sama minyak goreng lebih murah di sini. Bagus, kalau ada koperasi di desa harapannya harga sembako lebih terjangkau dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” ujarnya.

Pentingnya Sosialisasi di Desa

Namun, tidak semua pihak langsung yakin. Ketua Paguyuban Kepala Desa Tuban, Suhadi, menilai masih banyak kepala desa yang salah paham terhadap konsep KDMP.
“Banyak yang mikir ini koperasi simpan pinjam, padahal konsepnya lebih luas. Jadi wajar kalau mereka was-was. Kalau sosialisasinya tepat dan menyeluruh, saya yakin lebih banyak desa akan siap. Karena secara konsep ini bisa menguntungkan,” jelasnya.

Arah Pengembangan KDMP

Pemkab Tuban menargetkan ke depan KDMP tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam, tetapi juga mengelola gerai sembako, LPG, pupuk, hingga layanan keuangan digital seperti Laku Pandai. Bahkan, koperasi ini digadang sebagai pusat Gerakan Pangan Murah dengan menyalurkan beras SPHP, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya.
“Harapan kami minimal ada satu KDMP percontohan di setiap kecamatan. Dari situ yang lain bisa belajar dan mengembangkan,” pungkas Gunadi.

Antara Ambisi dan Realitas

Dengan strategi konsolidasi, dukungan perbankan, dan partisipasi desa, Pemkab optimistis KDMP akan menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan sekaligus menopang ketahanan pangan.
Namun, jarak antara target dan realisasi masih lebar: baru lima dari 328 koperasi yang direncanakan beroperasi dengan masih terdapat 15 kecamata yang belum tersentuh program ini.  Mampukah KDMP benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, atau justru berisiko menjadi beban baru jika pengelolaan tidak berjalan sesuai harapan? (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Truk Oleng Tabrak Pick Up hingga Dump Truck di Jalur Tuban-Bancar, Dua Pengemudi Luka
Diduga Depresi, Pria Asal Lumajang Ditemukan Meninggal di Rumah Pamannya di Tuban
Kebakaran Proyek Wika di Tuban Diduga Dipicu Puntung Rokok, Kok Tak Dilaporkan ke Damkar?
Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan
Proyek Drainase Jalan Diponegoro Tuban Garuk Pipa PDAM, Warga Sampai Mandi di SPBU
Kebakaran Hebat di Babat Lamongan, Puluhan Lapak dan 2 Motor Ludes Terbakar
Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab
Penemuan Potongan Kaki Manusia Gegerkan Warga Pesisir Palang Tuban

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Truk Oleng Tabrak Pick Up hingga Dump Truck di Jalur Tuban-Bancar, Dua Pengemudi Luka

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Diduga Depresi, Pria Asal Lumajang Ditemukan Meninggal di Rumah Pamannya di Tuban

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Kebakaran Proyek Wika di Tuban Diduga Dipicu Puntung Rokok, Kok Tak Dilaporkan ke Damkar?

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Proyek Drainase Jalan Diponegoro Tuban Garuk Pipa PDAM, Warga Sampai Mandi di SPBU

Berita Terbaru