Petani di Tuban Temukan Mortir Aktif Saat Bajak Sawah

- Reporter

Rabu, 15 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Jihandak Polda Jatim melakukan identifikasi temuan yang diduga mortir aktif peninggalan kolonial di Tuban, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Tim Jihandak Polda Jatim melakukan identifikasi temuan yang diduga mortir aktif peninggalan kolonial di Tuban, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Tuban – Suasana tenang di Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, mendadak gempar pada Rabu pagi (15/10), setelah seorang petani menemukan benda mencurigakan yang belakangan diketahui merupakan mortir aktif.
Kejadian bermula saat Nursam, warga setempat, tengah membajak sawahnya menggunakan traktor sekitar pukul 08.00 WIB. Lahan tersebut rencananya akan ditanami jagung seperti biasanya. Namun, sekitar pukul 10.30 WIB, bajaknya tersangkut pada benda keras menyerupai botol besi.

Benda Mirip Mortir dalam Kondisi Berkarat

Merasa curiga, Nursam turun dari traktornya untuk memeriksa lebih dekat. Ia terkejut saat mendapati benda itu mirip mortir, lengkap dengan kondisi berkarat yang menandakan usia tuanya. Tanpa berpikir lama, ia segera melaporkan temuannya kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Kapolsek Kerek IPTU Kastur membenarkan adanya penemuan benda diduga bahan peledak tersebut. Setelah menerima laporan, pihak kepolisian bersama Babinsa segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan.
“Benar, telah ditemukan satu buah mortir aktif di lahan pertanian milik warga atas nama Bapak Nursam di Desa Mliwang. Saat itu, korban sedang membajak sawahnya menggunakan traktor,” ujar IPTU Kastur kepada wartawan.

Tim Jihandak Polda Jatim Lakukan Identifikasi

Tak lama kemudian, Tim Jihandak Polda Jatim yang dipimpin Aipda Gunarto tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi. Setelah dipastikan sebagai mortir aktif, benda tersebut langsung diamankan ke dalam mobil khusus.
“Mortir kemudian dibawa ke area tambang batu kapur milik PT Semen Indonesia di Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, untuk proses disposal atau pemusnahan,” tambahnya.

IPTU Kastur juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap benda-benda asing yang mencurigakan.
“Kami imbau masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan, khususnya yang menyerupai bahan peledak. Segera laporkan ke aparat terdekat untuk ditangani secara aman,” tegasnya.
Dugaan sementara, mortir tersebut merupakan peninggalan masa kolonial, mengingat kondisi luarnya yang telah berkarat dan tertanam cukup lama di dalam tanah. (Aj)

Editor : Kief

Berita Terkait

Ada Keringanan Pajak hingga 31 Agustus 2026, Pemkab Tulungagung Minta Warga Jangan Menunda
Keluhan Warga Terdampak Proyek Sekolah Rakyat Tuban Berujung Kesepakatan, Waskita Diminta Buktikan di Lapangan
Audit Dana BOS SMPN 2 Rengel: Hasil Pemeriksaan Inspektorat Segera Diserahkan ke Bupati
700 Rumah Disebut Terdampak Debu, SIG Tuban Akui Ada Bau Menyengat
Tri Hariadi Resmi Jadi Sekda Tulungagung, Bawa Pesan Penataan Birokrasi dan Siap Terima Kritik
Dugaan Pungutan PTSL, Warga Brengkok Desak Kades Mundur
Truk Oleng Tabrak Pick Up hingga Dump Truck di Jalur Tuban-Bancar, Dua Pengemudi Luka
Diduga Depresi, Pria Asal Lumajang Ditemukan Meninggal di Rumah Pamannya di Tuban

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Ada Keringanan Pajak hingga 31 Agustus 2026, Pemkab Tulungagung Minta Warga Jangan Menunda

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Keluhan Warga Terdampak Proyek Sekolah Rakyat Tuban Berujung Kesepakatan, Waskita Diminta Buktikan di Lapangan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Audit Dana BOS SMPN 2 Rengel: Hasil Pemeriksaan Inspektorat Segera Diserahkan ke Bupati

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:52 WIB

700 Rumah Disebut Terdampak Debu, SIG Tuban Akui Ada Bau Menyengat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Tri Hariadi Resmi Jadi Sekda Tulungagung, Bawa Pesan Penataan Birokrasi dan Siap Terima Kritik

Berita Terbaru