Tuban – Suasana tenang di Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, mendadak gempar pada Rabu pagi (15/10), setelah seorang petani menemukan benda mencurigakan yang belakangan diketahui merupakan mortir aktif.
Kejadian bermula saat Nursam, warga setempat, tengah membajak sawahnya menggunakan traktor sekitar pukul 08.00 WIB. Lahan tersebut rencananya akan ditanami jagung seperti biasanya. Namun, sekitar pukul 10.30 WIB, bajaknya tersangkut pada benda keras menyerupai botol besi.
Benda Mirip Mortir dalam Kondisi Berkarat
Merasa curiga, Nursam turun dari traktornya untuk memeriksa lebih dekat. Ia terkejut saat mendapati benda itu mirip mortir, lengkap dengan kondisi berkarat yang menandakan usia tuanya. Tanpa berpikir lama, ia segera melaporkan temuannya kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.
Kapolsek Kerek IPTU Kastur membenarkan adanya penemuan benda diduga bahan peledak tersebut. Setelah menerima laporan, pihak kepolisian bersama Babinsa segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan.
“Benar, telah ditemukan satu buah mortir aktif di lahan pertanian milik warga atas nama Bapak Nursam di Desa Mliwang. Saat itu, korban sedang membajak sawahnya menggunakan traktor,” ujar IPTU Kastur kepada wartawan.
Tim Jihandak Polda Jatim Lakukan Identifikasi
Tak lama kemudian, Tim Jihandak Polda Jatim yang dipimpin Aipda Gunarto tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi. Setelah dipastikan sebagai mortir aktif, benda tersebut langsung diamankan ke dalam mobil khusus.
“Mortir kemudian dibawa ke area tambang batu kapur milik PT Semen Indonesia di Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, untuk proses disposal atau pemusnahan,” tambahnya.
IPTU Kastur juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap benda-benda asing yang mencurigakan.
“Kami imbau masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan, khususnya yang menyerupai bahan peledak. Segera laporkan ke aparat terdekat untuk ditangani secara aman,” tegasnya.
Dugaan sementara, mortir tersebut merupakan peninggalan masa kolonial, mengingat kondisi luarnya yang telah berkarat dan tertanam cukup lama di dalam tanah. (Aj)
Editor : Kief












