SMAN 1 Kuripan dan Mahasiswa Unram Gelar Sosialisasi Mitigasi Gempa Bumi

- Reporter

Kamis, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan sosialisasi mitigasi bencana gempa bumi pelajaran SMA 6 Kuripan bersama Mahasiswa Unram, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Kegiatan sosialisasi mitigasi bencana gempa bumi pelajaran SMA 6 Kuripan bersama Mahasiswa Unram, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Lombok Barat – SMA Negeri 1 Kuripan bersama mahasiswa Program Studi Fisika Universitas Mataram (Unram) menggelar kegiatan sosialisasi mitigasi bencana gempa bumi sekaligus pengenalan ilmu geofisika pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Kegiatan edukatif ini bertujuan memperkuat pemahaman siswa mengenai potensi gempa di wilayah Lombok Barat serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

Sadar Risiko Gempa, Sekolah Ingin Siswa Lebih Siap

Kepala SMAN 1 Kuripan, Ismail, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya edukasi kebencanaan bagi siswa. Menurutnya, Lombok merupakan salah satu wilayah dengan intensitas aktivitas tektonik yang tinggi sehingga sekolah memiliki kewajiban membangun budaya sadar bencana sejak dini.
“Edukasi kebencanaan sangat penting bagi para siswa, karena Lombok adalah wilayah rawan gempa. Sekolah wajib menyiapkan generasi yang sadar dan tanggap bencana,” ujarnya.
Ismail menambahkan bahwa pihak sekolah menyambut baik kolaborasi dengan mahasiswa Unram. Baginya, kegiatan ini merupakan langkah strategis menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih siap dan responsif terhadap berbagai potensi bencana.

Pemahaman Geofisika: Mengapa Lombok Sering Guncang?

Pada sesi pertama, tim pemateri dari mahasiswa Fisika Unram memberikan penjelasan mengenai konsep dasar geofisika, termasuk struktur internal bumi dan dinamika lempeng tektonik. Materi diberikan agar siswa memahami penyebab utama seringnya gempa terjadi di Lombok dan sekitarnya.
Salah satu pemateri, Ayu Mona Ersa Marpaung, menjelaskan bahwa wilayah Nusa Tenggara Barat berada di zona tumbukan lempeng sehingga memiliki potensi guncangan yang lebih sering dibanding daerah lain.
“Kami ingin siswa memahami penyebab terjadinya gempa dan tahu kenapa Lombok sering mengalami guncangan,” ujar Ayu.
Materi ini sekaligus memberikan wawasan tambahan tentang hubungan antara geofisika dan langkah-langkah mitigasi bencana.

Simulasi dan Lagu Edukatif: Siswa Diajak Praktik Langsung

Sesi kedua berfokus pada praktik mitigasi gempa. Melalui metode interaktif, siswa diajak berdiskusi, bertanya, dan mempelajari prosedur penyelamatan diri ketika terjadi guncangan. Berbagai pertanyaan muncul dari peserta, mulai dari mekanisme gempa hingga tindakan yang harus dilakukan di dalam ruangan maupun ruang terbuka.
Untuk memperkuat pemahaman, pemateri mengajak seluruh siswa menyanyikan lagu edukatif “Kalau Ada Gempa” dari BMKG sembari mempraktikkan gerakan penyelamatan diri (drop–cover–hold on). Metode ini dinilai efektif untuk membantu siswa mengingat langkah-langkah inti saat situasi darurat.
“Dengan cara seperti ini, siswa lebih cepat mengingat prosedur yang harus dilakukan saat gempa terjadi,” kata Muhammad Jarul Rozki, salah satu anggota tim.

Antusiasme Tinggi, 67 Siswa Ikut Terlibat Aktif

Kegiatan yang diikuti oleh 67 siswa ini berlangsung tertib dan penuh antusias. Panitia mencatat siswa cukup aktif dalam sesi tanya jawab dan tidak ragu berdiskusi langsung dengan pemateri. Hal ini menunjukkan minat kuat siswa terhadap isu kebencanaan dan keinginan untuk lebih siap menghadapi potensi gempa.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta, pemateri, dan guru pendamping melakukan foto bersama sebagai penutup acara.
Secara keseluruhan, pihak sekolah berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan dan menjadi model penerapan pendidikan kebencanaan di lingkungan sekolah. SMAN 1 Kuripan menargetkan terbentuknya budaya kesiapsiagaan yang kuat sehingga sekolah mampu menjadi contoh sekolah tangguh bencana di Lombok Barat. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo
Himbauan Wakaf ASN Kemenag Tuban Tuai Polemik, Nominal Rp1 Juta Dinilai Memberatkan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:02 WIB

Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee