Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Cuaca Ekstrem Selama Libur Nataru di Kabupaten Tuban,  BMKG Keluarkan Peringatkan

- Reporter

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jelang libur Nataru,  BMKG mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di Kabupaten Tuban,  (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Jelang libur Nataru, BMKG mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di Kabupaten Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Kabupaten Tuban untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Peringatan ini disampaikan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang akhir tahun.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Kabupaten Tuban, Muchammad Nur, menyampaikan bahwa selama periode libur Nataru terdapat potensi hujan yang terjadi pada siang hingga sore hari. Kondisi cuaca tersebut bersifat fluktuatif dan dapat berubah dalam waktu singkat.

Hujan Berpotensi Terjadi Siang hingga Sore Hari

Menurut Muchammad Nur, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah Tuban. Masyarakat diimbau untuk tidak lengah terhadap perubahan cuaca yang cepat, terutama saat melakukan perjalanan maupun aktivitas di luar ruangan.
“Selama libur Nataru, potensi hujan di Tuban umumnya terjadi pada siang hingga sore hari dan bersifat fluktuatif,” ujarnya.

Muchammad Nur menjelaskan, potensi cuaca ekstrem di wilayah Tuban juga tercantum dalam rilis resmi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo. Dalam rilis tersebut disebutkan sejumlah wilayah di Jawa Timur berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada periode 21 hingga 31 Desember 2025, termasuk Kabupaten Tuban.
BMKG Juanda menyatakan seluruh wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki musim hujan. Bahkan, beberapa daerah diperkirakan telah berada pada fase puncak musim hujan.

Potensi Cuaca Ekstrem Diprediksi Meningkat 11 Hari Ke Depan

Dalam 11 hari ke depan, potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur diprediksi meningkat dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi ini juga dapat berdampak pada perjalanan, arus mudik lokal, serta kegiatan wisata selama libur Nataru.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es. Kabupaten Tuban menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam zona kewaspadaan.

Monsun Asia dan Bibit Siklon Picu Peningkatan Hujan

Peningkatan potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia serta kemunculan bibit siklon tropis 93S di Samudra Hindia selatan Jawa Barat. Meski tidak berdampak langsung ke wilayah Jawa Timur, fenomena tersebut berkontribusi terhadap peningkatan intensitas hujan dan tinggi gelombang laut.
Selain itu, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih relatif hangat, ditambah kondisi atmosfer lokal yang labil, turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.

Waspadai Risiko Bencana Hidrometeorologi

BMKG meminta masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah dengan topografi perbukitan, lereng, dan tebing. Risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang perlu diantisipasi sejak dini.
Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Sebagai catatan, puncak musim penghujan di Jawa Timur diperkirakan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Pasar Baru Tuban Terbakar Lagi, Anggaran Rp24,3 Miliar Jadi Sorotan
Kebakaran Toko Parfum di Latsari Tuban, Dipicu Korek Api Saat Merokok
Muktamar NU: ABUKTOR—Asal Bukan Koruptor
Kebakaran Ketiga Pasar Baru Tuban, Bupati Wacanakan Penataan Ulang Kios
Kebakaran Hanguskan Sejumlah Kios di Pasar Baru Tuban, Diduga Korsleting Listrik
3 Korban Terungkap, Dinsos Tuban Turun Tangan Tangani Kasus Perundungan Anak
Hari Bumi di Tuban Diwarnai Aksi Mahasiswa, Soroti Maraknya Tambang Ilegal
DPRD Tuban Soroti Kasus Perundungan SMP, Tegaskan Tidak Boleh Dinormalisasi

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 07:49 WIB

Pasar Baru Tuban Terbakar Lagi, Anggaran Rp24,3 Miliar Jadi Sorotan

Kamis, 23 April 2026 - 17:28 WIB

Kebakaran Toko Parfum di Latsari Tuban, Dipicu Korek Api Saat Merokok

Kamis, 23 April 2026 - 11:51 WIB

Muktamar NU: ABUKTOR—Asal Bukan Koruptor

Kamis, 23 April 2026 - 10:37 WIB

Kebakaran Ketiga Pasar Baru Tuban, Bupati Wacanakan Penataan Ulang Kios

Kamis, 23 April 2026 - 08:21 WIB

Kebakaran Hanguskan Sejumlah Kios di Pasar Baru Tuban, Diduga Korsleting Listrik

Berita Terbaru

HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur), (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Politik

Muktamar NU: ABUKTOR—Asal Bukan Koruptor

Kamis, 23 Apr 2026 - 11:51 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id