Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Belasan Siswa SMPN 1 Montong Tuban Alami Mual dan Gatal Usai Santap MBG

- Reporter

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belasan Siswa alami gejala mual, pusing hingga gatal-gatal usai makan menu MBG dari SPPG Montong,  (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Belasan Siswa alami gejala mual, pusing hingga gatal-gatal usai makan menu MBG dari SPPG Montong, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Belasan siswa SMP Negeri 1 Montong, Kabupaten Tuban, mengalami keluhan mual, pusing, hingga gatal-gatal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah, Selasa siang (27/01/2026). Total 15 orang dilaporkan terdampak, terdiri dari 14 siswa dan 1 orang baby sitter, dan seluruhnya sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Montong.

Peristiwa tersebut melibatkan siswa dari kelas 7, 8, dan 9. Keluhan awal muncul pada 13 siswa sejak siang hari, kemudian bertambah satu siswi sekitar pukul 15.00 WIB, dan satu orang lainnya sekitar pukul 17.00 WIB, sehingga total korban menjadi 15 orang.

Gejala Muncul Beberapa Jam Setelah Makan

Menu MBG dibagikan sekitar pukul 11.00 WIB dengan komposisi nasi, sayur asam, ikan pindang goreng, tempe, dan buah jeruk. Sekitar dua jam setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah siswa mulai merasakan mual dan pusing, disertai ruam dan gatal-gatal pada wajah serta anggota tubuh.

Salah satu siswi kelas 7E diketahui memiliki riwayat alergi telur, namun sebelumnya tidak pernah mengalami reaksi alergi terhadap ikan pindang. Hal ini turut menjadi perhatian dalam proses penelusuran penyebab kejadian tersebut.
Keluhan serupa juga dialami siswa lain yang merasakan perut tidak nyaman dan sakit kepala saat masih berada di lingkungan sekolah.
“Perut saya munek-munek dan pusing,” ungkapnya.
Sejumlah wali murid mengaku mendapat pemberitahuan dari pihak sekolah karena anak mereka telah mengeluh sakit sejak jam pelajaran berlangsung.

Baby Sitter Ikut Mengalami Keluhan

Selain siswa, seorang baby sitter bernama Dini juga mengalami gejala yang sama setelah menyantap makanan MBG milik anak majikannya yang masih duduk di bangku TK. Sekitar satu jam setelah makan, ia merasakan panas, mual, dan gatal-gatal.
“Setiap ada MBG saya yang makan, mas, karena anaknya tidak mau,” ujarnya.
Hingga akhirnya memutuskan berobat ke puskesmas karena kondisinya tidak membaik meski sempat mengonsumsi obat herbal.

Meski mengalami keluhan, yang bersangkutan menilai makanan tersebut masih dalam kondisi layak konsumsi dan tidak menunjukkan tanda-tanda basi. Ia juga mengaku tidak memiliki riwayat alergi ikan. Ke depan, ia berharap kualitas dan keamanan menu MBG dapat semakin diperhatikan agar kejadian serupa tidak terulang.

Puskesmas Lakukan Pemeriksaan

Petugas Puskesmas Montong menyatakan pihaknya menerima belasan pasien dengan keluhan hampir serupa sejak siang hingga sore hari. Sebagian besar pasien datang dengan gejala mual, pusing, serta ruam kemerahan atau gatal pada kulit.
“Sebanyak 14 anak datang dengan gejala mual, pusing, dan muncul ruam atau gatal kemerahan. Alhamdulillah semuanya sudah membaik dan dipulangkan dalam kondisi baik,” jelasnya.

Berdasarkan identifikasi awal, dugaan sementara mengarah pada reaksi alergi makanan. Namun pihak puskesmas menegaskan belum dapat memastikan apakah kejadian tersebut merupakan keracunan, karena masih menunggu hasil uji laboratorium.

Sampel Dikirim ke Laboratorium

Sampel makanan MBG telah dikirim ke laboratorium Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya nantinya akan disampaikan kepada pihak-pihak terkait, termasuk unsur TNI dan kepolisian.
“Untuk sementara dugaan kami alergi. Untuk memastikan apakah ini keracunan atau faktor lain, kami masih menunggu hasil laboratorium,” pungkas Basuni.
Hingga Selasa sore, seluruh siswa telah dipulangkan dalam kondisi membaik, sementara satu orang baby sitter masih menjalani perawatan di Puskesmas Montong. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai
May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Masalah IT Jadi Biang Kerok Turunnya Akreditasi RSUD dr Koesma Tuban
Kirab Kimsin Tetap Digelar Meski Tak Berizin, Pengelola Kwan Sing Bio: Ilegal dan Berpotensi Picu Konflik
Izin Kepolisian Belum Terbit, Kirab Kimsin Kwan Sing Bio Tuban Terancam Batal

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:13 WIB

Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban

Kamis, 30 April 2026 - 20:43 WIB

DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id