Tuban – Rekomendasi Analisis Dampak Lalu-lintas (Andalalin) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) nampaknya tidak menjadi perhatian serius PT Semen Indonesia Grup (SIG) Tuban. Mulai dari pengamanan penyebrangan menuju dermaga hingga truk-truk pengangkut semen yang parkir sembarangan, keluhan warga semakin sering terdengar.
Sejumlah warga mengaku resah karena banyak truk semen—baik pengangkut semen curah maupun kemasan—diparkir di luar garasi resmi. Lokasi yang digunakan mulai dari area SPBU di jalur Pantura hingga parkiran warung di tepi jalan.
“Iya saya sering lihat truk semen di situ (Jati Peteng, red.), apa SI nggak punya tempat parkir atau gimana ya, saya nggak tau,” ungkap Ari, warga setempat, Jumat (19/09/2025).
Fajar, warga lain, mengaku hampir di semua SPBU di jalur Pantura Tuban bisa ditemukan truk semen terparkir. “Kondisi ini bikin repot warga yang mau isi BBM,” ujarnya.
Penyebrangan ke Dermaga Belum Ada Tindak Lanjut
Selain masalah parkir, keluhan masyarakat juga muncul terkait penyebrangan menuju dermaga SIG yang melintasi jalur Pantura. Hingga kini, belum ada tindak lanjut dari perusahaan meski persoalan itu sudah lama disorot.
Ketua Komisi II DPRD Tuban, Fahmi Fikroni, mengaku baru mengetahui keluhan tersebut. Meski begitu, ia berjanji akan menyurati manajemen SIG.
“Kalau sudah ada rekomendasi Andalalin dari Kemenhub, SIG harus menindaklanjuti. Kalau perlu diberi garis kejut supaya pengendara lebih berhati-hati,” tegasnya.
Andalalin 2021: Harus Ada Penjaga Jalan dan Garasi Resmi
Kepala Bidang Perhubungan DLH-P Tuban, Yuli Imam Isdarmawan, membenarkan rekomendasi Andalalin Kemenhub sudah terbit sejak 2021. Dalam dokumen tersebut disebutkan SIG wajib menempatkan penjaga jalan (flag man) di lintasan cross menuju dermaga.
“Dulu sempat ada lampu lalu lintas, tapi justru mengganggu arus. Akhirnya turun rekomendasi adanya penjaga penyebrangan. Kalau sudah ada rekomendasi ya harus dijalankan,” jelasnya.
Terkait parkir liar truk semen, Imam menegaskan Andalalin juga mengatur kewajiban garasi resmi.
“Meski truk-truk itu milik vendor, SIG tetap harus mengarahkan dan menertibkan armadanya,” ujarnya.
Respons Perusahaan
Diah, perwakilan PT Semen Indonesia Logistik (Silog), menyangkal bahwa truk yang terparkir sembarangan merupakan armada milik perusahaan. Meski begitu, Ia mengaku akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak lapangan.
Sementara itu, pihak manajemen PT SIG Tuban belum memberi tanggapan resmi. Senior Manager Communications of Corporation, Dharma Sunyata, masih bungkam ketika dimintai konfirmasi. (Az)
Editor : Kief












