Banjir Melanda Situbondo, Kegiatan Belajar di SMKN 1 Kendit Dihentikan

- Reporter

Selasa, 4 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terlihat sejumlah ruangan di SMKN 1 Kendit tergenang banjir, kegiatan belajar dihentikan sementara, (Foto: Fia/Liputansatu.id).

Terlihat sejumlah ruangan di SMKN 1 Kendit tergenang banjir, kegiatan belajar dihentikan sementara, (Foto: Fia/Liputansatu.id).

SITUBONDO, JATIM – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Situbondo menyebabkan banjir menggenangi disejumlah kawasan hingga pemukiman, termasuk di SMK Negeri 1 Kendit.

Bahkan, ketinggian air yang mencapai 50 centimeter tersebut mengakibatkan proses belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara, dan para siswa diliburkan hingga kondisi kembali normal, Selasa (4/2/2025).

Air menggenangi hampir seluruh area sekolah, termasuk halaman dan sejumlah ruang kelas di bagian belakang. Selain itu, ratusan hektare sawah di sekitar sekolah juga terdampak banjir.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Bondowoso-Situbondo, Slamet Riyadi, menyatakan bahwa meskipun sekolah terendam, beberapa ruangan penting seperti laboratorium mesin dan komputer tetap aman.

“Karena tingginya genangan air, terutama di ruang kelas belakang, maka sementara kegiatan belajar mengajar dihentikan sampai kondisi membaik,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa pihak sekolah telah mengambil langkah antisipasi dengan mengamankan barang-barang penting sebelum air semakin tinggi.

“Untungnya, sebelum hujan deras kemarin, pihak sekolah sudah lebih dulu mengevakuasi peralatan elektronik dan perlengkapan mesin praktik, sehingga tidak ada kerusakan fasilitas,” tambahnya.

Salah satu siswa, Hairul Anwar, mengaku terkejut saat mendapati sekolahnya terendam banjir saat tiba di lokasi.

“Banjir memang sering terjadi di sini, tapi kali ini cukup tinggi. Sementara, guru mengajar melalui Zoom pagi tadi,” ujarnya.

Saat ini, pihak sekolah bersama para siswa dan warga setempat masih berupaya membersihkan sisa lumpur dan air yang menggenang. Mereka berharap air segera surut agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali berlangsung seperti biasa. (Fia/Din).

Editor : Mukhyidin Khifdi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee