TUBAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tuban kembali menggelar patroli penertiban pelajar yang berada di luar sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Dalam operasi yang dilakukan pada Senin (27/7/2026), petugas mendapati enam pelajar tingkat SMA/sederajat tengah berada di sebuah warung kopi ketika jam pelajaran masih berlangsung.
Keenam pelajar tersebut kemudian diamankan untuk didata sebelum diantar kembali ke sekolah masing-masing. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari pembinaan sekaligus memberikan penanganan lanjutan melalui guru Bimbingan dan Konseling (BK).
Enam Pelajar Berasal dari Tiga Sekolah
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tuban, Sutaji, mengatakan hasil patroli menemukan enam pelajar yang diduga meninggalkan kegiatan belajar mengajar tanpa izin.
Mereka terdiri atas empat siswa SMK YPM Tuban, seorang siswa MAN 1 Tuban, dan seorang pelajar dari TJP.
“Enam siswa diamankan petugas dari sebuah warung kopi karena diduga bolos sekolah. Tindak lanjutnya, mereka didata, diberikan pembinaan, kemudian diantar ke sekolah masing-masing,” kata Sutaji.
Menurut dia, pendekatan yang dilakukan Satpol PP lebih mengedepankan pembinaan dibandingkan hukuman. Karena itu, para siswa dikembalikan ke sekolah agar proses pendampingan dapat dilakukan bersama pihak sekolah dan orang tua.
Patroli Akan Terus Digelar Secara Berkala
Sutaji menjelaskan razia pelajar membolos merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Satpol PP sebagai upaya menjaga disiplin peserta didik selama jam sekolah.
Patroli difokuskan pada lokasi-lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpul pelajar, seperti warung kopi, taman, maupun ruang publik lainnya.
Ia mengungkapkan, awal pekan menjadi waktu yang paling sering ditemukan pelanggaran disiplin.
“Hari Senin paling banyak kami jumpai mereka bolos,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan semata-mata penegakan ketertiban umum, tetapi juga bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal.
Disiplin Menjadi Bagian dari Pembentukan Karakter
Selain melakukan penertiban, Satpol PP juga mengingatkan para pelajar agar memanfaatkan masa sekolah untuk belajar, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan masa depan.
Sutaji menilai kebiasaan membolos berpotensi memengaruhi prestasi akademik maupun pembentukan karakter peserta didik apabila dibiarkan berlangsung secara terus-menerus.
“Gapailah cita-cita setinggi langit,” pesannya.
Ia juga mengajak para pelajar untuk tidak mudah menyerah terhadap kondisi ekonomi keluarga. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tuban memiliki berbagai program bantuan pendidikan bagi siswa yang mengalami kendala biaya.
“Jangan sampai ada pelajar yang putus sekolah. Kalau terkendala biaya, nanti akan dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Tuban,” katanya.
Kolaborasi Sekolah, Orang Tua, dan Pemerintah Dinilai Penting
Satpol PP menilai penanganan pelajar yang membolos tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah. Peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak di luar rumah, serta sinergi antara sekolah dan pemerintah daerah, dinilai menjadi faktor penting dalam membangun budaya disiplin.
Melalui patroli yang dilakukan secara berkala, pemerintah berharap angka pelanggaran disiplin di kalangan pelajar dapat ditekan, sehingga lingkungan pendidikan mampu menjadi ruang yang mendukung tumbuhnya generasi muda yang bertanggung jawab, berkarakter, dan memiliki kesiapan menghadapi masa depan. (Az/Kiev).
Editor : Mukhyidin Khifdhi