Bupati Tuban Pastikan Tarif PBB Tetap, Tapi Pipil Warga Tunjukkan Kenaikan 24%

- Reporter

Sabtu, 16 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukti pembayaran PBB (Pipil) warga Tuban yang menunjukan kenaikan nilai PBB viral di media sosial, (SC/medsos).

Bukti pembayaran PBB (Pipil) warga Tuban yang menunjukan kenaikan nilai PBB viral di media sosial, (SC/medsos).

Tuban – Warga Tuban dibuat waswas. Di tengah isu kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang marak di beberapa daerah, sebuah video pipil warga viral di media sosial, menampilkan nominal pajak yang naik signifikan. Padahal, Bupati Tuban menegaskan tarif PBB tetap sama. Kontradiksi ini memicu perdebatan hangat dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Bupati Tegaskan Tidak Ada Kenaikan PBB

Pekan lalu, Rabu (13/08/2025), seusai meninggalkan ruang paripurna DPRD, Bupati Tuban, Aditya Halindra Fariszky, menegaskan kembali bahwa tidak ada kenaikan PBB. Menurutnya, terdapat banyak cara untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) selain menaikkan PBB.
“Ada alternatif lain, itu bukan satu-satunya cara,” ujar Mas Lindra, sapaan akrab Bupati Tuban.
Saat dipertegas mengenai kemungkinan kenaikan, ia menyampaikan bahwa tarif PBB sudah lama tidak dinaikkan dan kebijakan ini belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

Warga Mulai Mengecek Pipil dan Menemukan Kenaikan Nominal

Masyarakat mulai resah karena booming isu kenaikan PBB di daerah lain, seperti Kabupaten Pati. Banyak warga mulai memeriksa pipilnya (bukti pembayaran pajak). Salah satunya, pemilik akun Facebook Sava Rendra, mengunggah video yang menampilkan pipilnya dari tahun 2022 hingga 2024.
Dalam video itu, terlihat bahwa jumlah PBB yang dibayarkan pada 2022 dan 2023 tidak mengalami kenaikan, yakni sebesar Rp 87.700. Namun, pada 2024 dan 2025, nominal PBB meningkat menjadi Rp 108.931, atau naik 24,2%. Hal ini tampak bertolak belakang dengan pernyataan Bupati yang menyebut bahwa tarif PBB sudah lama stabil.

Reaksi Masyarakat di Kolom Komentar

Kekecewaan masyarakat juga tampak di kolom komentar video. Akun Muhadi Mubarok berseloroh: “Jare ne wingi pas konferensi pers Bupati Tuban gak ada kenaikan” (dalam bahasa Jawa).
Komentar lain dari akun Wahyudi menyatakan: “Opo-opo naik gak masalah, penting kerja bisa lancar + penghasilan cukup. Tapi nyatanya kerjaan sulit, hasilnya pelit, kebutuhan naik.”
Protes dan komentar ini menunjukkan kekecewaan mendalam warga. Mereka merasa kenaikan nominal PBB terjadi tanpa disertai peningkatan kondisi ekonomi yang memadai, sehingga menimbulkan ketidakpuasan terhadap pernyataan resmi Bupati Tuban.

Belum Ada Klarifikasi Resmi dari Bapenda

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Bapenda Kabupaten Tuban terkait penyebab kenaikan nominal PBB tersebut. Belum dapat dipastikan apakah kenaikan ini memang disebabkan adanya perubahan tarif, atau karena faktor lain seperti kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atau perubahan kategori properti. Masyarakat masih menunggu klarifikasi resmi agar mendapatkan kepastian. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee