Situbondo — Dampak cuaca perairan yang tidak menentu mulai dirasakan para nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Situbondo. Perubahan kecepatan angin dan meningkatnya tinggi gelombang membuat sebagian nelayan mengurangi aktivitas melaut, bahkan memilih berhenti sementara demi menjaga keselamatan.
Kondisi ini berdampak langsung pada hasil tangkapan nelayan kecil, terutama mereka yang masih menggunakan perahu layar dan alat tangkap sederhana.
Perubahan Cuaca Membuat Nelayan Kurangi Aktivitas Melaut
Sejumlah nelayan mengaku cuaca laut belakangan sulit diprediksi. Angin kencang disertai gelombang tinggi kerap datang tiba-tiba, sehingga meningkatkan risiko saat berada di tengah laut.
Situasi tersebut membuat sebagian nelayan memilih tidak melaut, sementara yang tetap turun ke laut harus menghadapi hasil tangkapan yang menurun drastis.
Melihat kondisi tersebut, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Situbondo turun langsung melakukan patroli wilayah maritim, Rabu (17/12/2025).
Dalam patroli tersebut, personel Satpolairud menyusuri perairan pesisir dan menemui nelayan pancing yang masih bertahan melaut menggunakan perahu layar kecil.
Hasil Tangkapan Sangat Minim
Saat patroli berlangsung, petugas mendapati sejumlah nelayan tengah memancing ikan. Namun hasil yang diperoleh jauh dari kata mencukupi.
Salah satu nelayan mengaku hanya mendapatkan dua ekor ikan setelah memancing selama sekitar tiga jam. Kondisi ini diduga dipengaruhi arus bawah laut yang tidak bergerak atau biasa disebut “arus mati”, sehingga ikan sulit didapat.
Bantuan Beras Dibagikan kepada Nelayan Pancing
Sebagai bentuk kepedulian, Satpolairud Polres Situbondo membagikan bantuan beras kepada nelayan yang ditemui saat patroli. Masing-masing nelayan menerima bantuan beras seberat 5 kilogram.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan pangan keluarga nelayan di tengah menurunnya pendapatan akibat kondisi cuaca yang belum bersahabat.
Imbauan Keselamatan: Nelayan Diminta Pantau Cuaca BMKG
Selain menyalurkan bantuan, petugas juga mengimbau nelayan agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca laut. Nelayan diminta rutin memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebelum memutuskan melaut.
Angin kencang, hujan, serta gelombang tinggi menjadi faktor utama yang tidak hanya memengaruhi hasil tangkapan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.
Kasatpolairud: Cuaca Maritim Situbondo Mulai Ekstrem
Kasatpolairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, membenarkan bahwa kondisi cuaca di wilayah perairan Situbondo mulai menunjukkan tanda-tanda ekstrem.
“Kecepatan angin meningkat, disertai hujan dan gelombang yang lebih tinggi dari biasanya. Kondisi ini membuat banyak nelayan memilih tidak melaut, sementara yang tetap bekerja hasil tangkapannya menurun,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).
Ia menegaskan, bantuan beras yang diberikan merupakan bentuk kehadiran Polri dalam membantu masyarakat pesisir.
“Bantuan ini untuk membantu kebutuhan pangan di rumah nelayan. Mudah-mudahan bisa sedikit meringankan beban mereka,” tambahnya.
Langkah Satpolairud Polres Situbondo tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap nelayan kecil yang terdampak kondisi cuaca ekstrem. Selain menjaga keamanan wilayah perairan, kehadiran Polri diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial dan keselamatan nelayan di tengah tantangan alam yang tidak menentu. (Fia)
Editor : Kief












