Tuban – Warga Kabupaten Tuban belakangan mengeluhkan cuaca yang terasa sangat terik dan menyengat, terutama pada siang hari. Kondisi ini bahkan dirasakan lebih panas dibanding biasanya.
Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kelas III Tuban menjelaskan bahwa fenomena ini berkaitan dengan masa peralihan musim atau pancaroba.
Kepala Stasiun BMKG Kelas III Tuban, M. Nur, menyampaikan bahwa saat ini wilayah Tuban masih berada dalam fase transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.
“Untuk saat ini, wilayah kita masih berada di musim peralihan atau pancaroba,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (09/04/2026).
Minim Awan Jadi Penyebab Utama
Menurut BMKG, suhu panas yang terasa lebih menyengat disebabkan oleh berkurangnya tutupan awan di langit. Kondisi ini membuat radiasi sinar matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa hambatan.
“Penyebab panas yang sangat terik ini karena paparan sinar matahari tidak terhalang awan, sehingga panas yang diterima permukaan bumi menjadi maksimal,” jelas M. Nur.
Selain itu, berdasarkan data meteorologi terbaru, sebagian besar wilayah Tuban diprakirakan mulai memasuki awal musim kemarau pada dasarian kedua April 2026.
Waspada Potensi Kemarau Ekstrem
BMKG juga mengingatkan adanya potensi kemarau ekstrem pada tahun ini. Hal tersebut dipengaruhi oleh fenomena iklim global El Nino yang diprakirakan masih aktif hingga beberapa bulan ke depan.
“Potensi kemarau ekstrem itu ada, karena nilai indeks El Nino diprakirakan tetap aktif hingga November mendatang,” tegasnya.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak menganggap musim kemarau sebagai periode tanpa hujan sama sekali. Hujan masih dapat terjadi secara sporadis di tengah kondisi cuaca panas.
Imbauan untuk Masyarakat
Menghadapi kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipasi, terutama bagi petani dan warga di wilayah yang rawan kekeringan.
Penggunaan air bersih secara bijak serta menjaga kondisi tubuh agar tidak mengalami dehidrasi menjadi hal penting di tengah cuaca terik.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Kami berharap masyarakat tetap waspada dan rutin memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG,” pungkasnya. (Az)












