Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Bukan Aphelion! Ini Alasan Suhu Dingin di Tuban

- Reporter

Kamis, 10 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: (Ilustrasi/suhu dingin menyelimuti kota Tuban menjelang sore hari),(Liputansatu.id).

Gambar: (Ilustrasi/suhu dingin menyelimuti kota Tuban menjelang sore hari),(Liputansatu.id).

Tuban – Belakangan, masyarakat Kabupaten Tuban dibuat penasaran dengan suhu udara yang terasa lebih dingin dari biasanya, terutama pada malam hingga dini hari. Banyak yang mengaitkan fenomena ini dengan Aphelion, kondisi di mana bumi berada pada titik terjauh dari matahari dalam orbitnya. Namun, menurut BMKG Tuban, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

BMKG Tegaskan: Bukan Karena Aphelion

Kepala Stasiun BMKG Kelas III Tuban, Muchammad Nur, memberikan klarifikasi pada Kamis (10/07/2025). Ia menegaskan bahwa suhu dingin yang dirasakan warga akhir-akhir ini bukan disebabkan oleh fenomena Aphelion, melainkan merupakan bagian dari karakteristik alami musim kemarau.

“Fenomena Aphelion memang terjadi di bulan Juli, namun tidak berdampak langsung terhadap suhu udara di wilayah tertentu, termasuk Tuban,” ungkap Nur.

Ia menambahkan bahwa Aphelion adalah peristiwa astronomis berskala global yang tidak serta-merta memengaruhi cuaca lokal secara signifikan. Sebaliknya, pendinginan udara malam hari lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika atmosfer selama musim kemarau.

Minim Awan, Malam Lebih Dingin

Menurut BMKG, suhu dingin ini terjadi karena minimnya tutupan awan pada musim kemarau. Saat siang hari, sinar matahari menyinari permukaan bumi tanpa halangan, menyebabkan suhu udara terasa panas. Namun ketika malam tiba, karena tidak adanya awan yang ‘menyelimuti’ bumi, panas tersebut langsung terlepas kembali ke atmosfer.

“Siang hari terasa panas karena radiasi matahari tidak terhalang awan, sementara malam hari terasa dingin karena bumi tidak menyimpan panas tersebut,” jelas Nur.

Dengan tidak adanya ‘selimut’ awan, suhu malam hari turun drastis dan menyebabkan udara menjadi lebih sejuk, bahkan terasa menusuk.

Puncak Kemarau Agustus, Masyarakat Diminta Waspada

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di wilayah Kabupaten Tuban akan terjadi pada Agustus 2025. Dalam kondisi tersebut, suhu rendah pada malam hari akan terus terjadi, disertai dengan kelembapan udara yang juga relatif rendah.
Menyikapi hal ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan adaptasi terhadap suhu dingin, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

“Kami imbau masyarakat mengenakan pakaian hangat saat beraktivitas di luar rumah, terutama malam dan dini hari. Termasuk bagi yang rutin berolahraga atau bekerja malam,” kata Nur.

Untuk memantau perkembangan cuaca dan suhu harian, masyarakat diminta mengakses informasi melalui kanal resmi BMKG, seperti aplikasi InfoBMKG dan akun media sosial @infobmkg.
“Langkah ini penting agar masyarakat dapat mengantisipasi suhu ekstrem, kelembapan rendah, atau potensi cuaca lainnya,” pungkas Nur.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Jangan Kaget! Malam hingga Pagi Tuban Terasa Makin Dingin, Ini Penjelasan BMKG
Tuntutan CSR dan Lelang Limbah Tak Terjawab, Warga Blokir Akses PT SILOG Tuban
Enam Bulan Berlalu, Berkas Kasus Oknum Pegawai SIG dan PNS di Hotel Lynn Dikembalikan Jaksa
Gus Lilur Minta Prabowo Pastikan Namanya Tak Dipakai untuk Intervensi Muktamar NU
Divonis 10 Bulan, Cancoko Ungkap Dugaan Peran Kades Ngandong dalam Kasus Tambang Ilegal
HUT ke – 81 Republik Indonesia : 251 Napi Lapas Tuban Dapat Remisi
Truk Tambang Bikin Jalan Kepohagung Hancur, Bupati Tuban: Itu Tanggung Jawab Desa
Bupati Tuban Lempar Tanggung Jawab Jalan Dilewati Truk Tambang ke Desa

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Jangan Kaget! Malam hingga Pagi Tuban Terasa Makin Dingin, Ini Penjelasan BMKG

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:04 WIB

Tuntutan CSR dan Lelang Limbah Tak Terjawab, Warga Blokir Akses PT SILOG Tuban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:20 WIB

Enam Bulan Berlalu, Berkas Kasus Oknum Pegawai SIG dan PNS di Hotel Lynn Dikembalikan Jaksa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:51 WIB

Gus Lilur Minta Prabowo Pastikan Namanya Tak Dipakai untuk Intervensi Muktamar NU

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Divonis 10 Bulan, Cancoko Ungkap Dugaan Peran Kades Ngandong dalam Kasus Tambang Ilegal

Berita Terbaru

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu