Cucian Pasir Marak di Jalur Pantura Tuban, Limbah Tercecer di Jalan hingga Dibuang ke Areal Pertanian

- Reporter

Minggu, 3 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terlihat alt berat jenis excavator dan dump truk muatan pasir kuarsa saat melakukan aktivasi di tempat usaha cucian pasir di Desa Margosuko, Kecamatan Bancar, (Ist).

Terlihat alt berat jenis excavator dan dump truk muatan pasir kuarsa saat melakukan aktivasi di tempat usaha cucian pasir di Desa Margosuko, Kecamatan Bancar, (Ist).

Tuban – Tidak hanya jalan di sepanjang jalur Pantura Tuban-Semarang yang berubah warna dari hitam menjadi cokelat akibat dampak dari tumpahan pasir kuarsa yang diangkut oleh dump truk dari tambang, limbah cucian pasir silika juga mengganggu indahnya panorama pantai di sepanjang jalan wilayah Kecamatan Bancar hingga Kecamatan Tambakboyo. 

Kondisi ini seakan diacuhkan oleh pemerintah daerah setempat terlebih pengusaha. Di sisi kanan kiri jalan sepanjang Jalur Pantura Tuban, terdapat banyak sekali usaha cucian pasir yang seakan sengaja dibiarkan tumbuh subur.

Dari pantauan media ini, hilir mudik kendaraan dump truk muatan pasir kuarsa dengan kapasitas sekitar 8 sampai dengan 10 ton dari tambang di wilayah Kecamatan Jatirogo, menuju lokasi cucian pasir di Desa Margosuko, Kecamatan Bancar. Proses selanjutnya, pasir akan disaring dan dipilah untuk diambil butiran pasir sesuai dengan kebutuhan dan kegunaannya. 

Saat dilakukan penelusuran di lapangan, terdapat usaha cucian pasir di Desa Margosuko, banyak pasir berwarna cokelat berikut limbah cuciannya yang seolah sengaja dibiarkan mengalir ke areal persawahan dan merusak tanaman warga. Hal ini mengakibatkan hasil pertanian mereka gagal panen. 

“Usaha itu sudah lama mas. Dalam sehari ada puluhan truk pengangkut pasir keluar masuk ke lokasi cucian pasir. Kalau masalah perizinan, saya tidak faham,” ungkap K dan meminta agar namanya tidak disebutkan. 

K mengaku, jika usaha cucian pasir tersebut milik H, seorang pengusaha asal Kabupaten Lamongan.

“Saya tidak tahu pasti mas. Cuma usaha ini sudah lama dan sepertinya tidak ada tindakan. Sebenarnya saya juga resah, karena selain mengganggu, pembuangan limbah cuciannya juga berdampak pada hasil panen,” keluhnya. 

Terpisah, pemilik usaha cucian pasir, H saat dikonfirmasi media ini tidak memberikan tanggapan. Bahkan saat ditanya perihal alat berat yang disinyalir menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar atau dexlite, pihaknya juga tidak merespon. 

Kendati begitu, banyak masyarakat yang mempertanyakan peran pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) dan Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian (DKP2P) Kabupaten Tuban atas dugaan pembuangan limbah secara sembarangan dan keluhan masyarakat atas pencemaran lingkungan yang berdampak pada pertanian mereka. 

Editor : Silvy

Berita Terkait

Plh Kajari Tuban Akui Ada Indikasi Dugaan Suap Kasus Tambang Ilegal, Empat Pejabat Ditarik Kejati
Lupa Padamkan Tungku, Rumah Warga Bancar Tuban Ludes Terbakar
Gelombang Pasang Terjang Situbondo, 7 Rumah Warga Rusak Parah hingga Roboh Dihantam Abrasi
Kapolda Resmikan Polresta Tuban, Tapi Mengapa Wartawan Tak Bisa Meliput?
Era Baru Penegakan Hukum di Tuban Dimulai, Kapolda Resmikan Polresta Tuban
Waskita Karya Bungkam, DPRD Tuban Ungkap Proyek Sekolah Rakyat Belum Siap Ditempati
Diduga Tarik Biaya Seragam Rp1,45 Juta, Pemprov Jatim Ancam Sanksi Tegas Sekolah di Tuban
Service AC Berujung Petaka, Teknisi Alami Patah Tulang dan Gangguan Pendengaran

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:39 WIB

Plh Kajari Tuban Akui Ada Indikasi Dugaan Suap Kasus Tambang Ilegal, Empat Pejabat Ditarik Kejati

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:27 WIB

Lupa Padamkan Tungku, Rumah Warga Bancar Tuban Ludes Terbakar

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:04 WIB

Gelombang Pasang Terjang Situbondo, 7 Rumah Warga Rusak Parah hingga Roboh Dihantam Abrasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:55 WIB

Kapolda Resmikan Polresta Tuban, Tapi Mengapa Wartawan Tak Bisa Meliput?

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:00 WIB

Era Baru Penegakan Hukum di Tuban Dimulai, Kapolda Resmikan Polresta Tuban

Berita Terbaru

Petugas Pos Damkar Bancar berupaya memadamkan kebakaran yang menghanguskan dapur, kandang ternak, dan bagian belakang rumah milik warga di Dusun Joho, Desa Kayen, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Rabu (15/7/2026). Diduga kebakaran dipicu bara api dari tungku kayu bakar yang belum padam, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Lupa Padamkan Tungku, Rumah Warga Bancar Tuban Ludes Terbakar

Rabu, 15 Jul 2026 - 20:27 WIB