Tuban – Isu pemotongan dana hibah untuk nelayan di Kecamatan Tuban yang sempat memicu aksi protes ke kantor Bidang Perikanan pada Senin (20/05/2025) dibantah oleh Ketua Pimpinan Ranting Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (PR HNSI) Tuban, Turiman.
Bantahan Isu Pemotongan Dana Hibah
Saat ditemui tim Liputansatu.id di kediamannya pada Rabu (21/05/2025), Turiman menyatakan bahwa dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut masih utuh dan belum dipotong sedikit pun.
“Pembelanjaan dana itu akan dilakukan setelah ada pengawasan dari pihak Provinsi, agar semuanya transparan dan tidak ada yang disembunyikan,” tegas Turiman.
Ia juga membantah adanya potongan sebesar 30 persen sebagaimana yang dituduhkan. Menurutnya, alokasi 10 persen digunakan untuk keperluan teknis seperti biaya transportasi dan pemasangan alat.
“Dari sepuluh juta itu, lima juta digunakan untuk transportasi saat pembelian, dan lima juta lainnya untuk pemasangan serta minyak mesin,” jelasnya.
Penerima Bantuan Ditegaskan Bukan Hanya Keluarga
Turiman juga menampik tuduhan bahwa bantuan hanya diterima oleh kerabat atau sanak saudaranya. Ia memastikan bahwa seluruh penerima adalah nelayan aktif yang benar-benar berhak mendapatkan bantuan.
Soal Kepemimpinan Sejak 2007
Menanggapi isu lamanya ia menjabat sebagai Ketua PR HNSI, Turiman menjelaskan bahwa dirinya dipilih secara sah oleh tiga Rukun Nelayan (RN) yang ada di wilayahnya.
“Saya ditunjuk oleh RN Kingking (Pak Slamet Leo), RN Sidorejo (Pak Ahmad), dan RN Karangsari (Pak Karsiman), di Plasa Ikan, dengan saksi yang hadir saat itu,” ungkapnya.
Pernyataan HNSI Cabang Tuban
Ketua HNSI Cabang Tuban, Faisol Rozi, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak terkait langsung dengan dana hibah tersebut. Ia menyebutkan, bantuan berasal dari proposal kelompok usaha bersama (KUB) ke dinas terkait.
“Dana hibah itu diajukan oleh KUB langsung, bukan atas nama HNSI,” kata Faisol.
Ia juga mengonfirmasi bahwa kepemimpinan Turiman sudah berlangsung cukup lama. Namun demikian, ia memastikan proses reorganisasi akan segera dilakukan.
“Paling lambat bulan depan sudah dilakukan reorganisasi,” pungkasnya.(Az)












