Dari Polisi Jadi Mentor Lele: AKP Teguh Santoso Bantu Pemuda Raup Jutaan Rupiah dari Pekarangan Rumah

- Reporter

Selasa, 1 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AKP Teguh Santoso menunjukkan kolam lele di pekarangan rumahnya yang kini menjadi ladang inspirasi pemuda di Situbondo, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

AKP Teguh Santoso menunjukkan kolam lele di pekarangan rumahnya yang kini menjadi ladang inspirasi pemuda di Situbondo, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Di tengah rutinitas tugas sebagai aparat penegak hukum, AKP Teguh Santoso, Kapolsek Kapongan di Kabupaten Situbondo, justru menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berhenti di balik seragam. Dengan semangat membangun ketahanan pangan dan menciptakan peluang kerja, ia membuktikan bahwa pekarangan rumah pun bisa jadi ladang inspirasi dan sumber penghasilan.
Sudah mengabdi di institusi kepolisian sejak tahun 1990, AKP Teguh memanfaatkan waktu luangnya dengan membudidayakan ikan lele di pekarangan rumah. Kegiatannya yang awalnya sekadar hobi, kini menjadi sumber inspirasi dan penghidupan bagi para pemuda di sekitarnya.

Empat Kolam Lele, Harapan dari Lahan Kosong

Kisahnya bermula saat AKP Teguh melihat lahan kosong di samping rumahnya. Dorongan dari sejumlah kolega membuatnya tertarik mencoba ternak lele secara mandiri. Ia mulai dengan membangun empat kotak kolam sederhana dan mengisi ribuan benih lele dari modal pribadinya.

“Awalnya ada lahan kosong di sekitar rumah saya, dan ada inspirasi dari beberapa orang untuk mengajak ternak lele. Ya akhirnya saya belajar dengan modal kecil dulu, ternyata kok menguntungkan,” ungkap AKP Teguh saat ditemui pada Selasa (01/07/2025).

Kini, kolam-kolam tersebut rutin dikelola dengan bantuan empat orang warga sekitar. Mereka bertugas memberi pakan, memantau kualitas air, hingga menjaga kesehatan ikan lele. Dalam waktu sekitar tiga bulan, kolam-kolam tersebut siap panen dan hasilnya dijual langsung ke pasar-pasar lokal.

Saat ini, AKP Teguh diperkirakan bisa memanen lebih dari 4.000 ekor lele setiap tiga bulan sekali. Dari hasil panen itu, ia mampu meraih omset sekitar Rp 4–5 juta setiap siklus.

“Sebenarnya sulit tapi juga mudah. Sekali panen bisa menghasilkan jutaan rupiah. Ini jadi bentuk nyata dukungan saya terhadap ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Menginspirasi Anak Muda Kembali ke Desa

Tidak hanya berhenti pada keuntungan pribadi, semangat AKP Teguh telah menular pada sejumlah pemuda, salah satunya adalah Tohir Jamhari, warga Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan. Ia rela meninggalkan pekerjaannya di Surabaya untuk pulang kampung dan belajar langsung dari AKP Teguh.

“Saya memang sengaja pulang karena ingin jadi pengusaha. Belajar dari nol dengan Pak Teguh, saya juga ajak teman saya. Beliau bukan hanya mengajari teknik beternak, tapi juga membimbing sampai proses penjualan,” tutur Tohir dengan semangat.

Menjadi Polisi yang Menggerakkan Ekonomi Masyarakat

Kisah AKP Teguh bukan sekadar cerita tentang lele dan keuntungan finansial. Ini tentang seorang polisi yang memperluas arti pengabdian: membangun, membimbing, dan membuka peluang baru untuk generasi muda di daerahnya.
Inisiatif ini juga menjadi refleksi bagaimana aparat kepolisian bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan ketahanan pangan, terlebih di masa ketika lapangan pekerjaan kian sulit dicari.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee