Situbondo – Di tengah rutinitas tugas sebagai aparat penegak hukum, AKP Teguh Santoso, Kapolsek Kapongan di Kabupaten Situbondo, justru menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berhenti di balik seragam. Dengan semangat membangun ketahanan pangan dan menciptakan peluang kerja, ia membuktikan bahwa pekarangan rumah pun bisa jadi ladang inspirasi dan sumber penghasilan.
Sudah mengabdi di institusi kepolisian sejak tahun 1990, AKP Teguh memanfaatkan waktu luangnya dengan membudidayakan ikan lele di pekarangan rumah. Kegiatannya yang awalnya sekadar hobi, kini menjadi sumber inspirasi dan penghidupan bagi para pemuda di sekitarnya.
Empat Kolam Lele, Harapan dari Lahan Kosong
Kisahnya bermula saat AKP Teguh melihat lahan kosong di samping rumahnya. Dorongan dari sejumlah kolega membuatnya tertarik mencoba ternak lele secara mandiri. Ia mulai dengan membangun empat kotak kolam sederhana dan mengisi ribuan benih lele dari modal pribadinya.
“Awalnya ada lahan kosong di sekitar rumah saya, dan ada inspirasi dari beberapa orang untuk mengajak ternak lele. Ya akhirnya saya belajar dengan modal kecil dulu, ternyata kok menguntungkan,” ungkap AKP Teguh saat ditemui pada Selasa (01/07/2025).
Kini, kolam-kolam tersebut rutin dikelola dengan bantuan empat orang warga sekitar. Mereka bertugas memberi pakan, memantau kualitas air, hingga menjaga kesehatan ikan lele. Dalam waktu sekitar tiga bulan, kolam-kolam tersebut siap panen dan hasilnya dijual langsung ke pasar-pasar lokal.
Saat ini, AKP Teguh diperkirakan bisa memanen lebih dari 4.000 ekor lele setiap tiga bulan sekali. Dari hasil panen itu, ia mampu meraih omset sekitar Rp 4–5 juta setiap siklus.
“Sebenarnya sulit tapi juga mudah. Sekali panen bisa menghasilkan jutaan rupiah. Ini jadi bentuk nyata dukungan saya terhadap ketahanan pangan nasional,” jelasnya.
Menginspirasi Anak Muda Kembali ke Desa
Tidak hanya berhenti pada keuntungan pribadi, semangat AKP Teguh telah menular pada sejumlah pemuda, salah satunya adalah Tohir Jamhari, warga Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan. Ia rela meninggalkan pekerjaannya di Surabaya untuk pulang kampung dan belajar langsung dari AKP Teguh.
“Saya memang sengaja pulang karena ingin jadi pengusaha. Belajar dari nol dengan Pak Teguh, saya juga ajak teman saya. Beliau bukan hanya mengajari teknik beternak, tapi juga membimbing sampai proses penjualan,” tutur Tohir dengan semangat.
Menjadi Polisi yang Menggerakkan Ekonomi Masyarakat
Kisah AKP Teguh bukan sekadar cerita tentang lele dan keuntungan finansial. Ini tentang seorang polisi yang memperluas arti pengabdian: membangun, membimbing, dan membuka peluang baru untuk generasi muda di daerahnya.
Inisiatif ini juga menjadi refleksi bagaimana aparat kepolisian bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan ketahanan pangan, terlebih di masa ketika lapangan pekerjaan kian sulit dicari.(Az)
Editor : Mukhyidin Khifdhi












