Demo PMII Tuban: Tuntut Evaluasi Kinerja Pemkab dan Soroti Isu Nasional

- Reporter

Rabu, 26 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan anggota PMII Tuban gelar aksi di depan gedung Pemkab Tuban,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Puluhan anggota PMII Tuban gelar aksi di depan gedung Pemkab Tuban,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tuban menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Tuban pada Rabu siang (26/2/2025). Aksi ini menyoroti berbagai persoalan, mulai dari kebijakan nasional hingga evaluasi kinerja pemerintah daerah.

Mahasiswa memulai aksinya dengan orasi di depan Gedung Pemkab Tuban. Mereka mengkritik pola pembangunan yang dinilai hanya terpusat di perkotaan (politik mercusuar), buruknya pelayanan kesehatan bagi masyarakat kecil, serta proyek infrastruktur yang molor dan mudah rusak.

Ketua PMII Tuban, Ahmad Wafa Amrillah, menyampaikan bahwa organisasinya memiliki tiga catatan penting bagi Pemkab Tuban. Ia menyoroti buruknya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin, lemahnya pengawasan proyek pembangunan, serta tingginya angka kekerasan terhadap anak meskipun daerah ini berstatus Kabupaten Layak Anak (KLA).

“Kami menuntut agar tidak ada lagi masyarakat miskin yang kesulitan mengakses layanan kesehatan, pengawasan ketat terhadap proyek bermasalah, serta langkah konkret dalam pencegahan kekerasan anak, implementasi kebijakan ramah anak, dan penegakan hukum. Selain itu, OPD yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik harus ditindak tegas,” ujar Wafa.

Selain menyoroti kebijakan daerah, PMII juga mengangkat isu nasional saat beraksi di DPRD Tuban. Mereka mendesak agar anggaran pendidikan dan kesehatan dikelola lebih efisien serta menuntut implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Aspirasi mahasiswa di Gedung Pemkab diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Tuban, Esti Surahmi, yang berjanji akan menyampaikan tuntutan mereka kepada Bupati. Sementara di DPRD, perwakilan massa ditemui oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Tuban, Asep Nur Hidayatullah.

“Saya mewakili Ketua DPRD dan pimpinan komisi karena saat ini mereka menghadiri Munas Anggota DPRD Seluruh Indonesia (Adkasi). Semua aspirasi mahasiswa akan kami tindak lanjuti,” ujar Asep.

Aksi unjuk rasa ini berlangsung damai. Setelah menyampaikan tuntutan di kedua gedung pemerintahan, para mahasiswa membubarkan diri dengan harapan aspirasi mereka dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.(Az)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Polres Tuban Siagakan Ratusan Personel Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT 2026
Diwarnai Aksi Bakar Ban, Mahasiswa Tuban Desak Program MBG Dihentikan
Jelang Muktamar NU 2026, NBI Usulkan Kolaborasi Ulama Senior dan Intelektual Muda Pimpin PBNU
Sehari di Awal Bulan Suro, Empat Warga Tuban Tewas dalam Tiga Kecelakaan Beruntun
Gagal Menyalip, Petani Asal Kerek Tuban Tewas Terlindas Truk di Jalur Merakurak-Montong
Proyek APBD 2026 Mulai Dilelang, Mampukah PUPR Tuban Menghasilkan Infrastruktur Berkualitas?
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Melawi Pimpin Bakti Religi di Masjid Nurul Islam Nanga Pinoh
Dua Pengendara N-Max Kritis Usai Tabrak Truk Sekam di Jalur Merakurak-Kerek

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:16 WIB

Polres Tuban Siagakan Ratusan Personel Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT 2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:12 WIB

Diwarnai Aksi Bakar Ban, Mahasiswa Tuban Desak Program MBG Dihentikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:56 WIB

Jelang Muktamar NU 2026, NBI Usulkan Kolaborasi Ulama Senior dan Intelektual Muda Pimpin PBNU

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02 WIB

Sehari di Awal Bulan Suro, Empat Warga Tuban Tewas dalam Tiga Kecelakaan Beruntun

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:34 WIB

Gagal Menyalip, Petani Asal Kerek Tuban Tewas Terlindas Truk di Jalur Merakurak-Montong

Berita Terbaru