Disclaimer:
Berita ini mengandung informasi terkait peristiwa bunuh diri yang dapat memengaruhi sebagian pembaca. Disarankan untuk membaca dengan bijak. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan mental, depresi, atau memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan profesional. Dukungan selalu tersedia.
Tuban – Di tengah suasana Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan kebahagiaan dan silaturahmi, warga Desa Penambangan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, digegerkan dengan peristiwa tragis. Seorang lansia ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri pada Sabtu (21/03/2026).
Korban diketahui berinisial L (62), warga setempat. Peristiwa tersebut terungkap setelah pihak keluarga melakukan pencarian sejak pagi hari.
Berawal dari Pamit kepada Istri
Kanit Reskrim Polsek Semanding, IPDA Ghofar, menjelaskan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, korban sempat berpamitan kepada istrinya yang sedang memasak di rumah.
“Korban sempat menghampiri istrinya dan berpesan agar tidak mencarinya,” ungkap Ghofar.
Setelah itu, korban tidak terlihat kembali. Istri korban yang merasa curiga kemudian berusaha mencari keberadaan suaminya, namun tidak membuahkan hasil. Ia pun meminta bantuan anaknya untuk ikut melakukan pencarian.
Ditemukan Meninggal di Gubuk Area Tegal
Pencarian akhirnya membuahkan hasil pada malam hari. Sekitar pukul 21.30 WIB, salah satu anak korban menemukan ayahnya dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan posisi tergantung di sebuah gubuk di area tegal milik warga.
“Korban ditemukan dalam posisi tergantung menggunakan tali plastik warna hijau yang diikatkan pada blandar gubuk,” jelasnya.
Mengetahui kejadian tersebut, pihak keluarga segera melaporkan kepada ketua RT setempat yang kemudian diteruskan ke Polsek Semanding. Petugas bersama tim medis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban meninggal dunia murni karena gantung diri,” tambah Ghofar.
Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian korban diduga mengalami tekanan psikologis. Ia disebut tidak bisa tidur selama dua hari dan diduga memikirkan biaya pernikahan anaknya.
Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. (Az)
Editor : Kief












