Diduga Tak Bisa Berenang, Pria Asal Probolinggo Tewas Tenggelam di Sungai Sampean Baru Situbondo

- Reporter

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga berusaha menolong seorang pria yang tenggelam di Sungai Sampean Baru, Situbondo,  (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Warga berusaha menolong seorang pria yang tenggelam di Sungai Sampean Baru, Situbondo, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Dusun Cangkren, Desa Kotakan, Kecamatan Kota Situbondo, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang mengapung di aliran Sungai Sampean Baru, Rabu sore (03/12/2025). Kejadian itu sontak mengundang perhatian warga sekitar yang langsung berusaha memberikan pertolongan.
Saksi mata menyebutkan bahwa tubuh korban terlihat mengambang tak jauh dari titik warga biasa mengambil air. Menyadari kondisi korban yang lemas, warga berinisiatif mengevakuasi korban ke tepi sungai sebelum melarikannya ke RS Elisabeth Situbondo untuk mendapatkan penanganan medis.

Identitas Korban dan Upaya Penyelamatan

Korban diketahui bernama Tosari (23), warga Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Meski sempat dibawa ke rumah sakit, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Tim medis menyatakan korban meninggal dunia saat menjalani perawatan.
Sejumlah warga yang ikut melakukan pertolongan mengatakan bahwa kondisi korban ketika ditemukan sudah tidak merespons. Upaya resusitasi sederhana oleh warga juga tidak berhasil mengembalikan kesadarannya.

Diduga Tenggelam Karena Tak Bisa Berenang

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, dugaan sementara menyebut korban tenggelam lantaran tidak bisa berenang. Saat itu, Tosari tengah mandi bersama delapan rekannya di aliran Sungai Sampean Baru. Sungai tersebut diketahui memiliki beberapa bagian yang cukup dalam serta arus yang berubah-ubah, terutama pada musim tertentu.
Beberapa rekannya menuturkan bahwa korban tiba-tiba hilang dari permukaan air sesaat setelah masuk ke bagian sungai yang lebih dalam. Rekan-rekan korban sempat berusaha mencarinya, namun tidak berhasil hingga akhirnya tubuh korban ditemukan mengapung beberapa waktu kemudian.

Keterangan Kepolisian

Kapolsek Kota Situbondo, IPTU Mardi Hartoyo SH, membenarkan bahwa korban datang bersama rombongan sebelum peristiwa nahas itu terjadi. Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan dari beberapa teman korban.
“Korban bersama delapan temannya mandi di aliran Sungai Sampean. Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga tidak bisa berenang dan masuk ke area yang cukup dalam, sehingga akhirnya tenggelam,” jelas IPTU Mardi Hartoyo.
Polisi juga memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan pemeriksaan luar yang dilakukan di rumah sakit.

Keluarga Menolak Visum Dalam

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban rencananya akan dibawa ke kampung halamannya di Probolinggo. Pihak keluarga menolak dilakukannya visum dalam, dan memilih hanya visum luar saja.
Sesuai prosedur, kepolisian meminta keluarga untuk menandatangani surat pernyataan resmi penolakan visum sebagai bagian dari administrasi pemeriksaan. Setelah proses tersebut selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa pulang.

Sungai Sampean Baru diketahui memiliki kontur dasar yang tidak rata, serta kedalaman yang tidak selalu terlihat dari permukaan.
Pemerintah desa dan warga sekitar mengimbau agar pengunjung sungai mengutamakan keselamatan, terutama bagi mereka yang tidak bisa berenang atau belum familiar dengan kondisi sungai setempat. (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee