Tuban – Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Kopumdag) Kabupaten Tuban menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP). Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi desa sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat.
Pelatihan digelar di Gedung KSPKP Tuban, Kamis (30/10/2025), dan diikuti ratusan pengurus koperasi dari berbagai kecamatan.
Enam Angkatan, 600 Lebih Peserta
Kepala Dinas Kopumdag Tuban, Gunadi, mengatakan pelatihan dibagi menjadi enam angkatan yang berlangsung sejak 27 Oktober hingga 15 November 2025.
“Tiap angkatan mendapat materi selama tiga hari. Setiap angkatan terdiri dari 100 peserta, masing-masing dua orang dari 50 koperasi. Khusus angkatan terakhir ada 150 peserta,” jelasnya kepada LiputanSatu.id.
Gunadi menekankan, pelatihan ini bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga menumbuhkan semangat inovasi di kalangan pengurus koperasi.
“Bisa mengelola sektor pariwisata, peternakan, pertanian, atau usaha lain sesuai potensi desanya. KDKMP ke depan diharapkan jadi motor penggerak ekonomi lokal,” ujarnya.
Menurutnya, koperasi desa memiliki potensi besar untuk menjadi wadah ekonomi produktif dan berdaya saing jika dikelola secara profesional dan modern.
19 Koperasi Desa Sudah Aktif
Hingga saat ini, tercatat 19 KDMP sudah aktif beroperasi di Kabupaten Tuban. Meski demikian, Gunadi mengakui jumlah sebenarnya kemungkinan lebih banyak.
“Masih banyak koperasi yang belum melapor ke dinas, padahal sudah mulai berjalan. Kami terus dorong agar mereka segera melengkapi legalitas dan laporan kegiatan,” katanya.
Program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP) merupakan inisiatif nasional untuk memperkuat struktur ekonomi masyarakat melalui kelembagaan koperasi. Tujuannya, menciptakan desa mandiri dengan sistem usaha bersama yang mampu menampung dan mengelola potensi lokal.
Gunadi menyebut, pelatihan di Tuban menjadi bagian penting dalam menyiapkan SDM koperasi yang adaptif terhadap perubahan zaman dan kebutuhan pasar.
“Kami ingin koperasi desa bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar hidup dan memberi manfaat langsung bagi warga,” tandasnya.
Peserta Antusias Terapkan Ilmu
Salah satu peserta, Sugianto dari KDMP Soko, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari pelatihan ini.
“Selain pemahaman soal pembentukan koperasi, kami juga belajar bagaimana mengembangkan usaha. Rencananya, KDMP kami akan membuka bisnis agen tabung gas LPG di desa,” ungkapnya.
Dengan semangat baru dan dukungan dari pemerintah daerah, diharapkan koperasi desa di Tuban mampu tumbuh menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan. (Az)
Editor : Kief












