Tuban – Kabar duka menyelimuti warga Desa Tambakboyo, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban. Dua bocah kakak-beradik terseret ombak saat bermain di pantai tepat di depan rumah mereka, Kamis (25/12/2025). Dalam peristiwa tersebut, sang kakak ditemukan meninggal dunia, sementara adiknya berhasil diselamatkan.
Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 07.25 WIB di kawasan pesisir Desa Tambakboyo, yang memang dikenal berada tepat di bibir pantai.
Bermain Air Menggunakan Gabus
Informasi yang dihimpun LiputanSatu.id, kedua korban diketahui berinisial HCS (10) dan adiknya AKA (6). Keduanya merupakan warga setempat yang sehari-hari tinggal di kawasan pesisir.
Saat kejadian, kedua bocah tersebut tengah bermain air laut dengan menggunakan gabus atau styrofoam sebagai alat bantu apung. Namun, kondisi cuaca di pesisir utara Tuban yang sedang tidak menentu tiba-tiba berubah ekstrem.
Kasatpolairud Polres Tuban, AKP Dean Tommy Rimbawan, menjelaskan bahwa angin kencang yang datang mendadak dari arah barat daya memicu gelombang tinggi di lokasi kejadian.
“Mereka sedang bermain di depan rumahnya sendiri. Karena cuaca tak menentu, angin kencang tiba-tiba datang dan menghempas mereka hingga tenggelam tergulung ombak,” terang AKP Dean saat dikonfirmasi.
Perubahan cuaca yang cepat membuat kedua korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Warga Berhasil Selamatkan Sang Adik
Mengetahui kejadian tersebut, warga sekitar langsung berupaya melakukan pertolongan dengan terjun ke laut. Berkat kesigapan warga, sang adik AKA (6) berhasil diraih dan diselamatkan dari terjangan ombak.
Korban selamat kemudian segera dilarikan ke Puskesmas Tambakboyo untuk mendapatkan penanganan medis.
“Sang adik berhasil diselamatkan dan langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” jelas AKP Dean.
Sang Kakak Hilang, Tim SAR Lakukan Pencarian
Sementara itu, nasib nahas dialami sang kakak HCS (10) yang hilang terseret ombak. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Tuban, Polsek Tambakboyo, Koramil, BPBD Tuban, serta dibantu warga setempat segera melakukan pencarian.
Penyisiran dilakukan di sekitar titik koordinat 06°48’01.82″ S dan 111°50’39.70″ E, lokasi terakhir korban terlihat.
Proses pencarian berlangsung selama kurang lebih enam jam. Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah perubahan arah angin yang kerap terjadi secara tiba-tiba.
“Arah angin sering berubah, hal itu yang sempat menyulitkan tim di lapangan. Namun, setelah pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 13.35 WIB,” tambah AKP Dean.
Korban Ditemukan Meninggal Dunia
Jasad HCS (10) akhirnya ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Petugas langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas setempat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi sang adik AKA (6) dilaporkan mulai stabil. Meski demikian, korban masih dalam masa pemulihan dan mendapat pendampingan akibat trauma pascakejadian.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya warga pesisir, agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di laut. (Aj)
Editor : Kief












