Tuban — Kepercayaan masyarakat terhadap Pemadam Kebakaran (Damkar) kian meluas. Tak hanya menangani kebakaran dan penyelamatan, Damkar Tuban kini juga kerap menjadi tempat warga mengadu berbagai persoalan di luar tugas utama, mulai dari hewan terjebak hingga kehilangan barang berharga.
Fenomena tersebut kembali terlihat pada Selasa pagi (16/12/2025), ketika seorang pemuda di Tuban melaporkan kehilangan cincin yang rencananya akan digunakan untuk melamar kekasihnya. Alih-alih melapor ke Kepolisian, pemuda tersebut justru menghubungi Damkar Tuban melalui pesan langsung di media sosial.
Damkar Jadi Tempat Aduan Warga di Luar Kasus Kebakaran
Dalam beberapa tahun terakhir, Damkar kerap menerima laporan non-kebakaran. Mulai dari evakuasi hewan, pelepasan cincin di jari, hingga kehilangan barang pribadi yang dinilai penting oleh warga.
Peristiwa kehilangan cincin lamaran ini menambah daftar aduan unik yang masuk ke Damkar Tuban, sekaligus menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap layanan tersebut.
Cincin tersebut diketahui terjatuh dan diperkirakan hilang di sekitar Jalan Pasar Ikan, Tuban. Bagi pemiliknya, cincin itu bukan sekadar perhiasan, melainkan simbol keseriusan untuk melamar sang kekasih.
Pemuda yang tidak disebutkan identitasnya itu menyampaikan laporan melalui pesan langsung akun resmi Damkar Tuban. Dalam pesannya, ia meminta bantuan agar cincin tersebut bisa ditemukan.
Sempat Menghubungi Ahli Supranatural
Tak hanya mengandalkan jalur resmi, pemuda tersebut juga mengaku telah meminta bantuan ahli supranatural. Ia berharap cincin tersebut belum diambil orang lain dan masih bisa ditemukan.
“Kata ahli supranatural masih belum ditemukan orang lain, dan masih berharap bisa ditemukan, karena cincin itu penting dan sakral bagi saya,” tulisnya dalam pesan tersebut.
Tanggapan Damkar Tuban Soal Laporan Non-Darurat
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, pelaporan dilakukan melalui pesan langsung di media sosial Damkar.
“Iya, tadi ada yang melapor cincin tunangannya hilang,” ujar Sutaji kepada LiputanSatu.id.
Sutaji menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti lokasi cincin yang dilaporkan hilang. Meski demikian, Damkar tetap merespons laporan warga dengan pendekatan humanis.
“Kami juga tidak tahu posisi pastinya. Ya kami doakan supaya dapat rezeki yang banyak, supaya bisa beli cincin tunangan lagi, dan segera dilamar supaya tidak hilang lagi cincinnya,” ucapnya sambil berseloroh.
Kepercayaan Publik terhadap Damkar
Kejadian ini mencerminkan fenomena meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Damkar sebagai unit respons cepat yang mudah diakses. Meski tidak semua laporan berkaitan langsung dengan kebakaran atau penyelamatan, Damkar tetap menjadi rujukan warga dalam situasi mendesak, termasuk persoalan yang bersifat personal.
Fenomena ini sekaligus menjadi potret perubahan cara masyarakat mencari bantuan, dengan mengedepankan kecepatan respons dan kedekatan layanan. (Az)
Editor : Kief












