Forkopimka Plumpang Keruk Waduk Kesamben Demi Atasi Banjir Musiman di Tuban

- Reporter

Rabu, 21 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengerukan sedimentasi di waduk Desa Kesamben, Koordinasi dilakukan antara Camat Plumpang, Kapolsek Plumpang, Danramil, serta tokoh masyarakat setempat,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pengerukan sedimentasi di waduk Desa Kesamben, Koordinasi dilakukan antara Camat Plumpang, Kapolsek Plumpang, Danramil, serta tokoh masyarakat setempat,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

TUBAN – Setelah bertahun-tahun tak pernah dikeruk dan menyebabkan banjir setiap musim hujan, akhirnya Waduk Kesamben di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, mulai dinormalisasi. Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Plumpang bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban melakukan pengerukan waduk tersebut pada Rabu pagi (21/05/2025).
Langkah ini diambil setelah berbagai keluhan dari masyarakat terkait banjir yang terus berulang tiap tahun akibat pendangkalan waduk yang parah. Kondisi ini berdampak pada sawah, rumah warga, dan akses jalan yang sering tergenang.

Waduk Dipenuhi Sedimentasi, Fungsi Irigasi Terganggu

Waduk yang seharusnya menjadi penampung air dan sumber irigasi warga ini telah mengalami pendangkalan signifikan karena endapan lumpur dan sedimentasi yang menumpuk selama bertahun-tahun. Tidak ada pengerukan yang dilakukan sejak waktu yang bahkan tidak diingat warga.

“Kapan terakhir kali dikeruk, saya sampai lupa. Setiap hujan datang, pasti air luber ke jalan dan masuk ke rumah,” ungkap Lumaji, warga Desa Kesamben, saat ditemui pada Sabtu lalu (17/05/2025).

Forkopimka Tanggapi Aspirasi Warga

Menanggapi keluhkan warga, Forkopimka Plumpang langsung bergerak cepat. Koordinasi dilakukan antara Camat Plumpang, Kapolsek Plumpang, Danramil, serta tokoh masyarakat setempat. Mereka membahas langkah konkret untuk menanggulangi permasalahan ini dengan melakukan pengerukan atau normalisasi waduk.
Kapolsek Plumpang, AKP Ganda, saat dikonfirmasi media menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap keresahan masyarakat.

“Saat ini dilakukan pengerukan di waduk atau dam untuk menanggulangi banjir yang menggenang setiap hujan. Kami harap setelah normalisasi, air bisa tertampung dengan baik,” jelas AKP Ganda.

Kolaborasi Forkopimka dan Pemkab Tuban

Pengerukan dilakukan dengan satu unit ekskavator yang difasilitasi oleh Pemkab Tuban. Langkah ini merupakan kolaborasi antara Forkopimka Plumpang dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tuban. Proses pengerukan direncanakan berlangsung selama beberapa hari, tergantung tingkat sedimentasi yang ada.
Kegiatan ini juga menjadi langkah awal sebelum masuk musim hujan yang diperkirakan datang lebih awal tahun ini. Pemerintah berharap pengerukan bisa memperkuat sistem penanggulangan banjir secara preventif.

Harapan Warga: Tidak Lagi Kebanjiran Saat Musim Hujan

Warga Desa Kesamben menyambut baik langkah tersebut. Mereka berharap kegiatan ini tidak hanya bersifat insidental, tetapi menjadi bagian dari program pemeliharaan infrastruktur air yang berkelanjutan.

“Kalau bisa rutin seperti ini, setidaknya setiap dua atau tiga tahun sekali. Jangan nunggu banjir dulu baru dikeruk,” ujar Siti, salah satu warga yang rumahnya kerap terdampak banjir.

Selain itu, warga juga meminta agar saluran air dan irigasi lainnya diperhatikan, karena banjir tidak hanya bersumber dari waduk, tetapi juga dari saluran yang tersumbat dan tak berfungsi optimal.

Solusi Konkret Butuh Keberlanjutan

Pengerukan Waduk Kesamben menjadi salah satu contoh respons cepat Forkopimka Plumpang terhadap kebutuhan masyarakat. Namun demikian, solusi jangka panjang tetap memerlukan perencanaan berkelanjutan, termasuk pemantauan berkala dan alokasi anggaran rutin untuk pemeliharaan.
Waduk yang berfungsi optimal bukan hanya menanggulangi banjir, tetapi juga menjamin ketersediaan air untuk pertanian dan kebutuhan sehari-hari warga desa. Oleh karena itu, keberlanjutan pengerukan dan pengawasan rutin sangat diperlukan demi mencegah bencana serupa di masa depan.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee