Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Hilang Saat Melaut, Nelayan Asal Jangkar Situbondo Ditemukan Meninggal

- Reporter

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR bersama Satpolairud Polres Situbondo saat melakukan evakuasi nelayan asal Jangkar yang ditemukan meninggal untuk dilakukan proses selanjutnya, (Fia/Liputansatu.id).

Tim SAR bersama Satpolairud Polres Situbondo saat melakukan evakuasi nelayan asal Jangkar yang ditemukan meninggal untuk dilakukan proses selanjutnya, (Fia/Liputansatu.id).

SITUBONDO – Harapan keluarga untuk menemukan Sugianto (45) dalam keadaan selamat pupus. Nelayan asal Kampung Dami, Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, itu ditemukan meninggal dunia di perairan Pantai Asta, Senin (3/8/2026), sehari setelah dilaporkan hilang saat melaut.

Sebelumnya, perahu yang digunakan korban ditemukan mengapung tanpa awak di tengah laut. Penemuan itu memicu pencarian besar-besaran yang melibatkan aparat kepolisian, TNI, BPBD, hingga para nelayan setempat.

Berangkat Melaut Seorang Diri

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sugianto berangkat melaut seorang diri pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIB menggunakan perahu bernama Teroboss untuk mencari ikan.

Namun sekitar pukul 12.00 WIB, seorang nelayan bernama Hosnan (33), warga Desa Pesanggrahan, menemukan perahu korban mengapung sekitar 12 mil laut dari bibir Pantai Jangkar tanpa awak. Telepon seluler milik korban masih berada di atas perahu, tetapi keberadaan Sugianto tidak diketahui.

Hosnan kemudian menarik perahu tersebut menuju Pantai Agel. Mengetahui kejadian itu, para nelayan bersama warga langsung melakukan pencarian secara mandiri hingga malam hari, namun hasilnya masih nihil.

Tim SAR Gabungan Lakukan Penyisiran

Mendapat laporan tersebut, Satpolairud Polres Situbondo bersama tim SAR gabungan segera melakukan operasi pencarian pada Senin pagi.

Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan pencarian melibatkan personel Ditpolairud Polda Jawa Timur, Pos TNI AL Jangkar, Polsek Jangkar, Koramil Jangkar, BPBD, Tagana, serta nelayan setempat.

“Pada Senin pagi kami bersama personel Ditpolairud Polda Jatim, TNI AL Pos Jangkar, Polsek Jangkar, Koramil Jangkar, BPBD, dan Tagana menuju lokasi pencarian untuk melakukan upaya penyisiran,” ujarnya.

Ditemukan Mengapung di Pantai Asta, Kecamatan Jangkar

Di tengah proses pencarian, sekitar pukul 07.00 WIB, keluarga korban menerima informasi dari seorang nelayan bernama Suto (52). Saat memancing seorang diri, Suto melihat sesosok jenazah mengambang sekitar dua mil laut di utara Pantai Asta, Jangkar.

Jenazah tersebut berada sekitar 500 meter dari lokasi Suto memancing. Ia kemudian menghubungi kerabat yang berada tidak jauh dari lokasi sebelum kabar itu diteruskan kepada keluarga korban.

Keluarga memastikan identitas korban berdasarkan ciri-ciri fisik serta pakaian yang dikenakan Sugianto saat berangkat melaut.

Petugas dari Puskesmas Jangkar kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada dugaan tindak pidana.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Selanjutnya jenazah dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans untuk dimakamkan.

Polisi Ingatkan Nelayan di Situbondo Utamakan Keselamatan

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan saat beraktivitas di laut. Satpolairud Polres Situbondo mengimbau seluruh nelayan agar selalu menggunakan perlengkapan keselamatan, terutama jaket pelampung, serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat melaut.

“Kami mengimbau kepada para nelayan agar selalu menggunakan life jacket saat bekerja di laut. Alat keselamatan ini sangat membantu apabila nelayan terhempas ombak atau terjatuh ke laut sehingga peluang untuk menyelamatkan diri lebih besar. Selain memperhatikan kondisi cuaca, penggunaan alat keselamatan juga harus menjadi kebiasaan,” tegas AKP Gede Sukarmadiyasa.

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan laut yang terjadi di perairan Situbondo. Aparat berharap kesadaran nelayan terhadap aspek keselamatan terus meningkat sehingga risiko kecelakaan saat melaut dapat diminimalkan, terutama ketika beraktivitas seorang diri di tengah perubahan cuaca yang sulit diprediksi. (Fia/Kiev).

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman
Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban
Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD
Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban
Tanggapi Larangan Liputan di Kelenteng Tuban, Polda Jatim : Jaga Keutuhan TKP
Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban
Cekcok Saat Pesta Tuak Berujung Berdarah, Pria di Palang Bacok Pemilik Warung
36 Merek Rokok Ilegal Beredar di Tuban, Ribuan Batang Disita!

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:56 WIB

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 November 2026 - 11:06 WIB

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Rabu, 4 November 2026 - 18:34 WIB

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Selasa, 3 November 2026 - 18:58 WIB

Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban

Berita Terbaru

Gedung Satreskrim Polresta Tuban (gambar : Assa Annazili)

Hukum Kriminal

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 Nov 2026 - 14:43 WIB

Suasana Gedung DPRD Tuban saat dilakukan hearing kasus Klenteng Kwan Sing Bio Tuban (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:06 WIB

Suasana di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban saat adanya olah TKP dari Polda Jatim (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:34 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu