HPP Bulog Tak Menarik, Petani Jagung Tuban Pilih Jual  ke Tengkulak

- Reporter

Jumat, 17 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ladang jagung di salah satu lahan pertanian Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Ladang jagung di salah satu lahan pertanian Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Terancam Gagal Penuhi Target Serapan

Tuban – Musim panen jagung tahun ini menjadi paradoks bagi petani dan pemerintah. Di satu sisi, harga jagung di tingkat petani sedang bagus-bagusnya. Namun di sisi lain, tingginya harga justru membuat Perum Bulog kesulitan menyerap hasil panen di lapangan.
Dari target penyerapan 29 ribu ton, hingga pertengahan Oktober ini Bulog baru mampu menampung sekitar 320 ton saja. Sisanya, sebagian besar hasil panen petani Tuban telah berpindah tangan ke tengkulak yang menawarkan harga lebih tinggi.

Harga Pembelian Pemerintah Tak Kompetitif

Kepala Sub Divre Bulog Bojonegoro–Tuban–Lamongan, Ferdinan Dharma Atmaja, menjelaskan bahwa berdasarkan instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas), Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk jagung kadar air 18–20 persen ditetapkan Rp 5.500 per kilogram, sedangkan kadar air maksimal 14 persen Rp 6.400 per kilogram.
Namun kenyataannya di lapangan, harga jagung justru melambung. Para tengkulak berani membeli jagung kadar air 18–20 persen di kisaran Rp 6.350–6.400 per kilogram, jauh di atas HPP yang ditetapkan pemerintah.
“Bulog tidak bisa menyesuaikan harga karena kami terikat aturan. Tugas kami menjaga stabilitas agar harga tidak jatuh di bawah HPP,” ujar Ferdinan, Jumat (18/10/2025).

Bulog Gencar Bangun Kepercayaan Petani

Agar tak semakin tertinggal dari pasar bebas, Bulog kini berupaya melakukan pendekatan langsung ke petani, kelompok tani (Poktan), hingga gabungan kelompok tani (Gapoktan). Bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), penyuluh lapangan (PPL), dan aparat kepolisian, sosialisasi mengenai HPP serta standar mutu jagung terus digencarkan.
“Kami ingin membangun kepercayaan dan kerja sama agar Bulog bisa membeli langsung dari sumbernya. Dengan begitu, stok pangan nasional tetap aman dan petani tetap mendapat harga layak,” imbuh Ferdinan.

Petani: ‘Kalau Selisihnya Seribu, Ya Jelas Pilih Tengkulak’

Sementara itu, di sisi petani, kebijakan harga pemerintah dinilai kurang berpihak. Dengan selisih harga hingga seribu rupiah per kilogram, petani lebih memilih menjual hasil panen ke tengkulak.
“Kalau selisihnya saja sampai lima ratus rupiah, apalagi seribu, ya jelas kami pilih tengkulak, Mas,” keluh Ali (40), petani asal Kecamatan Soko. “Katanya mau menyejahterakan petani, tapi harga beli pemerintah malah lebih rendah.”

Di tengah tren harga yang terus melambung dan meningkatnya minat petani menjual ke tengkulak, Bulog kini berpacu dengan waktu untuk mengejar target serapan yang masih jauh dari harapan.
Jika situasi ini terus berlanjut, bukan hanya Bulog yang kesulitan menjaga stok, tetapi juga pemerintah yang akan menghadapi tantangan baru dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee