Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Hutan Kota Kerek Jadi Tempat Sampah, Kades Margomulyo: “Intruksi Dari Saya!”

- Reporter

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi hutan kota Desa Margomulyo Kerek dipenuhi sampah, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Kondisi hutan kota Desa Margomulyo Kerek dipenuhi sampah, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Alih fungsi hutan kota di Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, menuai polemik. Ruang terbuka hijau yang semestinya berfungsi sebagai paru-paru kota kini berubah menjadi lokasi penumpukan sampah. Kebijakan ini diambil oleh pemerintah desa dengan alasan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), namun dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

Bau Menyengat Ganggu Aktivitas Warga

Sejak dua pekan terakhir, bau sampah menyengat tercium di sepanjang jalur utara Kecamatan Kerek. Warga dan pengendara yang melintas mengaku terganggu dengan kondisi tersebut. Tumpukan sampah tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga memunculkan kekhawatiran soal kesehatan dan lingkungan.
Ahmad Fauzi, seorang pengendara motor, menyayangkan kebijakan alih fungsi tersebut.
“Hutan kota kan fungsinya untuk menyaring udara, ini malah dijadikan tempat sampah. Bau menyengat sekali, dan sudah berlangsung berminggu-minggu,” ujarnya, Senin (01/09/2025).
Keluhan serupa datang dari Siti Marlina, warga setempat. Menurutnya, keberadaan sampah justru mengancam keberlangsungan pohon-pohon yang ditanam dengan dana pemerintah.
“Kalau sampah dibakar, pohon-pohon bisa mati. Padahal hutan kota ini dibangun dengan biaya besar dari pemerintah. Sayang sekali kalau dirusak begitu saja,” katanya.

Instruksi Kepala Desa

Kepala Desa Margomulyo, Wasiun, tidak menampik bahwa kebijakan tersebut berasal darinya. Ia beralasan, TPA desa sedang dalam tahap pembangunan sehingga perlu lokasi sementara untuk pembuangan sampah.
“Ini sampahnya sementara dibuang ke sana, karena di TPA ada pembangunan supaya tidak mengganggu,” jelasnya saat dikonfirmasi di lokasi TPA.
Menurutnya, pembangunan TPA baru menelan dana Rp 600 juta dari pemerintah pusat. Proyek ini ditargetkan mampu menghasilkan sistem pengolahan sampah modern, di mana hasil olahannya akan digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk PT Semen Indonesia (SIG).
“Rencananya untuk pengolahan sampah modern, hasilnya bisa dipakai untuk bahan bakar di PT SIG,” tambahnya.

Hutan Kota Dibangun dengan Dana Negara

Hutan kota Kerek bukanlah fasilitas biasa. Lahan seluas dua hektare itu dibangun pada 2016 dengan anggaran APBN: Rp 223 juta untuk pengadaan bibit pohon dan Rp 323 juta untuk pembangunan pagar. Tujuannya jelas, menciptakan ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai penyerap polusi, zona resapan air, sekaligus sarana rekreasi masyarakat.
Namun, dengan dialihfungsikan menjadi lokasi penampungan sampah, nilai investasi tersebut terancam hilang. Alih fungsi sementara ini berpotensi merusak ekosistem pohon yang sudah tumbuh, sekaligus menggerus kepercayaan publik terhadap pengelolaan aset negara.

Tantangan Tata Kelola Sampah

Pembangunan TPA modern memang langkah maju, tetapi jika prosesnya merusak fasilitas lain, manfaatnya justru dipertanyakan.
Hutan kota seharusnya menjadi ruang yang dilindungi, bukan tempat darurat ketika pengelolaan sampah menghadapi kendala. Publik menuntut pemerintah desa maupun Pemkab Tuban untuk turun tangan memastikan keberadaan hutan kota tetap terjaga sesuai fungsi awalnya.(Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Pertamina Akhirnya Buka Suara Soal Antrean Solar di Tuban, Klaim Stok Aman
Denpomal Banyuwangi Olah TKP Kasus Dugaan Penganiayaan Remaja di Situbondo
Solar Subsidi Sulit Dicari, Sopir Truk di Tuban Terpaksa Antre di SPBU Sejak Pagi
Ironi Hari Kesaktian Pancasila, Botol Miras Berserakan di Monumen Adpada Tuban
Dua Napi Kasus Pembunuhan Terima Remisi di Lapas Tuban, Negara Hemat Hampir Rp6 Juta
Ngaku Oknum TNI, Pria di Situbondo Diduga Aniaya Remaja dengan Selang di Dalam Rumah
Bikin Geger Warga Tuban, Sosok ‘Kuntilanak’ Ini Akhirnya Diamankan Polisi
Petani Merkawang Mengeluh, Debu Klinker PT SBI Tuban Kembali Selimuti Lahan Pertanian

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 21:16 WIB

Pertamina Akhirnya Buka Suara Soal Antrean Solar di Tuban, Klaim Stok Aman

Senin, 1 Juni 2026 - 21:01 WIB

Denpomal Banyuwangi Olah TKP Kasus Dugaan Penganiayaan Remaja di Situbondo

Senin, 1 Juni 2026 - 17:46 WIB

Solar Subsidi Sulit Dicari, Sopir Truk di Tuban Terpaksa Antre di SPBU Sejak Pagi

Senin, 1 Juni 2026 - 17:23 WIB

Ironi Hari Kesaktian Pancasila, Botol Miras Berserakan di Monumen Adpada Tuban

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:39 WIB

Ngaku Oknum TNI, Pria di Situbondo Diduga Aniaya Remaja dengan Selang di Dalam Rumah

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id