Tuban – Pemandangan memprihatinkan terlihat di kawasan hutan milik Perum Perhutani yang berada di wilayah RPH Gesikan, BKPH Njadi, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban. Tumpukan sampah liar tampak memenuhi sisi kawasan hutan hingga menimbulkan bau menyengat yang mengganggu warga maupun pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kelestarian kawasan hutan. Sampah yang dibuang diduga terus bertambah tanpa adanya penanganan serius, sehingga berpotensi merusak lingkungan dan mencemari kawasan sekitar.
Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Lingkungan Kotor
Salah seorang warga yang kerap melintas di lokasi, Bintang, mengaku prihatin melihat kondisi kawasan hutan yang justru dijadikan tempat pembuangan sampah liar oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Baunya sangat menyengat mas, apalagi kalau siang. Sampahnya juga semakin banyak. Sangat disayangkan kawasan hutan malah jadi tempat buang sampah,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan hutan seharusnya dijaga bersama karena memiliki fungsi penting bagi lingkungan. Ia berharap ada tindakan tegas serta pengawasan lebih ketat agar praktik pembuangan sampah di kawasan tersebut tidak terus berulang.
Perhutani Akui Sudah Lakukan Penertiban
Sementara itu, Administratur (ADM) KPH Tuban, Mada Yuwonohadhi, membenarkan adanya persoalan sampah liar di kawasan RPH Gesikan tersebut. Pihaknya mengaku sudah beberapa kali melakukan penertiban dan memasang papan imbauan, namun masih saja ditemukan warga yang membuang sampah sembarangan.
“Beberapa kali sempat kita tertibkan mas, kita kasih plang himbauan dan sebagainya. Namun masih saja ada oknum yang tidak bertanggung jawab membuang sampah. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengatasi problematika ini,” kata Mada kepada Liputansatu.id, Senin (25/05/2026).
Selain itu, pihak Perhutani juga berencana memasang papan imbauan bersama aparat kepolisian setempat sebagai bentuk peringatan keras kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di kawasan hutan.
“Nanti kami pasang himbauan bersama polsek setempat supaya ada perhatian,” imbuhnya.
Asal Sampah Masih Didalami
Saat ditanya mengenai asal sampah yang dibuang di lokasi tersebut, apakah berasal dari limbah rumah tangga maupun usaha, pihak Perhutani mengaku masih melakukan pendalaman informasi.
“Kami belum tahu persis mas, masih kami gali informasinya,” lanjutnya.
Warga berharap adanya pengawasan rutin, tindakan tegas terhadap pelaku pembuangan sampah liar, hingga penyediaan solusi pengelolaan sampah yang lebih maksimal agar kawasan hutan di wilayah Grabagan tidak terus menjadi korban kelalaian oknum tak bertanggung jawab. (Aj)












