Promo

Identitas Jasad Lansia di Sungai Desa Jadi Terungkap

- Reporter

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi jenazah Lansia di Sungai Desa Jadi Semanding Tuban, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Proses evakuasi jenazah Lansia di Sungai Desa Jadi Semanding Tuban, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Tuban – Misteri penemuan jasad seorang wanita lanjut usia (lansia) di aliran Sungai Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban, pada Rabu (11/02/2026), akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Sriyatun, seorang nenek berusia sekitar 100 tahun yang selama ini hidup berpindah-pindah tempat tinggal.

Kapolsek Semanding, AKP M. Lukman Hadi, mengonfirmasi identitas korban sebagai warga Dusun Topar, Desa Talang Kembar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, jasad Sriyatun diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelasnya.

Ditemukan Warga Saat Meladang

Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB oleh warga yang sedang beraktivitas di ladang dekat lokasi sungai.
Saksi mata, Siti Kaulah (90), menuturkan penemuan bermula dari kecurigaan sesama petani yang melihat benda mencurigakan tertutup karung plastik di aliran sungai.
“Saya sedang membersihkan ladang, lalu dipanggil Pak Karsam. Dia melihat ada benda mencurigakan tertutup karung plastik di sungai. Setelah dicek ternyata jasad manusia, lalu kami segera melapor ke ketua RT dan warga lainnya,” ujar Siti.

Hidup Sebatang Kara di Usia Senja

Informasi dari warga sekitar mengungkap sisi pilu kehidupan Sriyatun di masa tuanya. Selama bertahun-tahun, korban diketahui tidak memiliki tempat tinggal tetap dan bertahan hidup dengan menumpang di rumah kerabat secara bergantian.
Meski memiliki anak yang merantau di Jakarta dan sempat diajak tinggal di ibu kota, Sriyatun akhirnya kembali ke desa dan menjalani hari-hari dalam keterbatasan.

Seorang warga yang mengenal korban menyebut, almarhumah kerap terlihat berjalan kaki sendirian dan diduga mengalami penurunan kondisi ingatan serta tekanan psikologis akibat himpitan ekonomi.
“Beliau punya anak di Jakarta dan pernah diajak ke sana, tapi kemudian kembali lagi ke desa. Akhirnya hidup berpindah-pindah menumpang di rumah kerabat. Almarhumah sering terlihat berjalan sendiri,” tutur warga.

Kondisi fisik yang sudah sangat renta, ditambah faktor psikologis, diduga menjadi penyebab korban terjatuh ke aliran sungai hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Saat ini jenazah Sriyatun telah dipulangkan ke rumah keluarga untuk dimakamkan secara layak. (Aj)

Editor : Kief

Berita Terkait

Saber Pangan Sidak Pasar Baru Tuban, Ini Daftar Harga Terbaru Bapokting
Sengketa Penyegelan SPPG Tegalbang Tuban Berakhir dengan Kesepakatan Rp20 Juta
Gaji Belum Dibayar, Vendor Mundur dari SIG Tuban; 105 Pekerja Mogok Kerja
Mobil Dinas Diduga Ganti Pelat Demi Isi Pertalite, Pertamina Jatuhkan Sanksi ke SPBU di Tuban
VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian
Pencurian Kabel Sibel Marak di Merakurak, Sejumlah HIPPA Rugi Jutaan Rupiah
Mantan Anggota DPRD Tuban Jadi Tersangka Tambang Ilegal, Polisi Sita Excavator hingga Truk
Kuasa Hukum Erhamni Bantah Tuduhan, Polemik SPPG Tegalbang Tuban Masih Memanas

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:47 WIB

Saber Pangan Sidak Pasar Baru Tuban, Ini Daftar Harga Terbaru Bapokting

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:39 WIB

Sengketa Penyegelan SPPG Tegalbang Tuban Berakhir dengan Kesepakatan Rp20 Juta

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:38 WIB

Gaji Belum Dibayar, Vendor Mundur dari SIG Tuban; 105 Pekerja Mogok Kerja

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:41 WIB

Mobil Dinas Diduga Ganti Pelat Demi Isi Pertalite, Pertamina Jatuhkan Sanksi ke SPBU di Tuban

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:57 WIB

VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian

Berita Terbaru

Tampilan sajian MBG di Bancar yang dipersoalkan wali murid, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pendidikan

VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian

Jumat, 13 Feb 2026 - 16:57 WIB

Advertisement
Promo Shopee