Tuban – Misteri penemuan jasad seorang wanita lanjut usia (lansia) di aliran Sungai Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban, pada Rabu (11/02/2026), akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Sriyatun, seorang nenek berusia sekitar 100 tahun yang selama ini hidup berpindah-pindah tempat tinggal.
Kapolsek Semanding, AKP M. Lukman Hadi, mengonfirmasi identitas korban sebagai warga Dusun Topar, Desa Talang Kembar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, jasad Sriyatun diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelasnya.
Ditemukan Warga Saat Meladang
Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB oleh warga yang sedang beraktivitas di ladang dekat lokasi sungai.
Saksi mata, Siti Kaulah (90), menuturkan penemuan bermula dari kecurigaan sesama petani yang melihat benda mencurigakan tertutup karung plastik di aliran sungai.
“Saya sedang membersihkan ladang, lalu dipanggil Pak Karsam. Dia melihat ada benda mencurigakan tertutup karung plastik di sungai. Setelah dicek ternyata jasad manusia, lalu kami segera melapor ke ketua RT dan warga lainnya,” ujar Siti.
Hidup Sebatang Kara di Usia Senja
Informasi dari warga sekitar mengungkap sisi pilu kehidupan Sriyatun di masa tuanya. Selama bertahun-tahun, korban diketahui tidak memiliki tempat tinggal tetap dan bertahan hidup dengan menumpang di rumah kerabat secara bergantian.
Meski memiliki anak yang merantau di Jakarta dan sempat diajak tinggal di ibu kota, Sriyatun akhirnya kembali ke desa dan menjalani hari-hari dalam keterbatasan.
Seorang warga yang mengenal korban menyebut, almarhumah kerap terlihat berjalan kaki sendirian dan diduga mengalami penurunan kondisi ingatan serta tekanan psikologis akibat himpitan ekonomi.
“Beliau punya anak di Jakarta dan pernah diajak ke sana, tapi kemudian kembali lagi ke desa. Akhirnya hidup berpindah-pindah menumpang di rumah kerabat. Almarhumah sering terlihat berjalan sendiri,” tutur warga.
Kondisi fisik yang sudah sangat renta, ditambah faktor psikologis, diduga menjadi penyebab korban terjatuh ke aliran sungai hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Saat ini jenazah Sriyatun telah dipulangkan ke rumah keluarga untuk dimakamkan secara layak. (Aj)
Editor : Kief












