Tuban – Kerusakan jalan di jalur Pantura Tuban kembali memakan korban jiwa. Seorang pengendara sepeda motor tewas dalam kecelakaan maut di Jalan Tuban–Bancar, Desa Bogorejo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Minggu (11/01/2026). Insiden ini terjadi diduga kuat saat korban berupaya menghindari jalan berlubang yang berada di badan jalan.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.20 WIB. Korban diketahui bernama Adinda Yulianti (21), warga Dusun Winong, Desa Sugiharjo, Kecamatan Tuban. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan keras dengan sebuah truk yang sedang berhenti di bahu jalan.
Jalan Berlubang Jadi Pemicu Kehilangan Kendali
Berdasarkan keterangan kepolisian, korban mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox bernopol S-4007-EK dengan berboncengan, melaju dari arah timur ke barat. Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan korban melewati jalan berlubang yang berada di jalur utama Pantura.
Kondisi jalan yang tidak rata tersebut menyebabkan pengendara kehilangan kendali hingga kendaraan oleng ke sisi kiri jalan.
“Pengemudi tidak dapat menguasai kemudi saat melewati jalan berlubang, kemudian oleng ke kiri,” jelas Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Iptu Eko Sulistyo.
Bahu Jalan Tak Aman, Truk Parkir Jadi Titik Benturan
Nahas, di bahu jalan sisi kiri terdapat sebuah truk Fuso bernopol S-9685-UQ yang sedang berhenti untuk menambal ban. Truk tersebut dikemudikan Sudarma (43), warga Kuningan.
Benturan keras pun tak terhindarkan. Korban meninggal dunia di tempat kejadian dan langsung dievakuasi ke RSUD dr. Koesma Tuban. Sementara penumpangnya, Nafiatun Zahri Nur Rizky (25), mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Bulu, Bancar.
Pola Berulang: Jalan Rusak, Korban Jiwa
Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas di jalur Pantura Tuban yang dipicu oleh kondisi jalan rusak, khususnya lubang di badan jalan. Namun, dalam banyak kasus serupa, faktor yang kerap disimpulkan adalah kelalaian atau kurangnya kehati-hatian pengendara.
“Faktor yang mempengaruhi laka lantas diduga pengemudi motor kurang berhati-hati saat melintas di jalan berlubang,” imbuh Ipda Eko.
Pernyataan tersebut memunculkan sorotan publik, mengingat keberadaan jalan berlubang itu sendiri merupakan risiko permanen yang harus dihadapi pengendara setiap hari, terutama di jalur padat seperti Pantura.
Evaluasi Infrastruktur Perlu Jadi Perhatian Serius
Petugas kepolisian telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan saksi-saksi. Kerugian materiil akibat kecelakaan ini ditaksir mencapai Rp 2 juta.
Meski demikian, kejadian ini kembali memantik pertanyaan soal kelayakan dan keselamatan infrastruktur jalan, khususnya di jalur strategis nasional yang menjadi urat nadi transportasi dan ekonomi.
Di tengah tingginya arus kendaraan, jalan berlubang bukan sekadar gangguan, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan. Tanpa perbaikan yang serius dan berkelanjutan, risiko kecelakaan serupa dikhawatirkan akan terus berulang. (Aj)
Editor : Kief












