SITUBONDO — Arus lalu lintas di jalur utama Pantura yang menghubungkan Situbondo dan Surabaya terpantau macet total, Selasa (11/6), tepatnya di Jalan Raya Tampora, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo. Biang keladinya: proyek perbaikan pipa milik PLTU Paiton yang mengganggu badan jalan.
Penyempitan jalur akibat tumpukan material urukan di tepi jalan membuat antrean kendaraan tak bisa dihindari. Selain menghambat kelancaran arus lalu lintas, kondisi ini juga memicu potensi kecelakaan, terutama saat malam hari atau cuaca buruk.
Polisi Turun Tangan, Atur Arus dengan Sistem Buka-Tutup
Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Andy Bahtera Indra Jaya, menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan anggota untuk mengatur lalu lintas dan mengurai kemacetan di sekitar lokasi proyek.
“Anggota kami siagakan untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan mengurai kepadatan, terutama di titik-titik yang dipenuhi material proyek. Ini penting untuk mencegah antrean panjang dan potensi kecelakaan,” tegasnya.
Petugas di lapangan juga telah memasang rambu peringatan, traffic cone, serta memberikan imbauan langsung kepada pengendara agar tetap waspada saat melintas di area terdampak proyek.
Imbauan untuk Pengendara: Hati-Hati dan Sabar
AKP Andy juga mengimbau para pengguna jalan untuk bersabar dan mematuhi arahan petugas di lokasi. Mengingat kondisi jalan yang menyempit dan berada di sisi tebing, arus lalu lintas diberlakukan sistem buka-tutup demi menghindari kemacetan total maupun insiden.
“Kami harap masyarakat bisa bersabar. Kami lakukan pengaturan ini demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Catatan untuk Semua Pihak: Proyek Penting, Tapi Keselamatan Lebih Utama
Kemacetan akibat proyek perbaikan infrastruktur memang kadang tak terhindarkan. Namun, penting bagi pihak pelaksana proyek untuk memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Penempatan material sebaiknya tidak mengganggu badan jalan, serta perlu koordinasi intensif dengan aparat lalu lintas. (Fia/Kief).
Editor : Mukhyidin Kifdhi












