Situbondo – Pjs Bupati Situbondo, Muhammad Aftabuddin Rijaluzzaman meninjau sejumlah pasar tradisional di wilayahnya. Hal ini dilakukan guna memastikan stok dan harga kebutuhan pokok agar tetap stabil.
Peninjauan tersebut dilakukan Pjs Bupati bersama Forkopimda Situbondo di dua pasar tradisional, diantaranya Pasar Panji dan Pasar Mimbaan, Kamis (31/10).
Pjs Bupati Muhammad Aftabuddin Rijaluzzaman menjelaskan, tujuan dari kegiatan tersebut ialah untuk memastikan harga dan stok kebutuhan bahan pokok. Sebab, secara umum di Provinsi Jawa Timur mengalami deflasi yang cukup tinggi.
“Karena kita tahu secara umum Jawa Timur sedang mengalami deflasi (penurunan harga), Deflasi itu satu sisi menguntungkan bagi kita karena tidak terjadi lonjakan harga, tetapi kalau deflasi yang terus menerus perlu dipertanyakan,” ungkap Muhammad Aftabuddin Rijaluzzaman kepada awak media.
Untuk harga di Pasar Panji dan Mimbaan, harga kebutuhan pokok sebagai berikut, cabe rawit Rp25.000 per kilogram, cabe merah Rp12.000 per kilogram, tomat Rp12.000 per kilogram, bawang putih Rp35.000 per kilogram, bawang merah Rp28.000 per kilogram, wortel Rp10.000 per kilogram, kentang Rp12.000 per kilogram.
Selanjutnya daging ayam Rp32.000 per kilogram, daging sapi Rp120.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000 per kilogram, tahu dan tempe mulai harga Rp2.000, telur ayam Rp25.000 per kilogram, beras medium Rp12.500 per kilogram, beras premium Rp14.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp18.000 per liter, dan Minya Kita Rp16.000 per liter.
Pjs Bupati Afta sapaan akrab Muhammad Aftabuddin Rijaluzzaman mengemukakan, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di Situbondo masih terpantau stabil dengan stok yang aman. Akan tetapi, terdapat keluhan dari para pedagang perihal kurangnya kunjungan pembeli yang datang ke pasar.
“Yang kami pantau tadi diutamakan bahan pokok, seperti beras, telur ayam, daging ayam, kambing serta sapi dan alhamdulillah harganya cenderung stabil,Namun untuk harga minyak goreng, memang mengalami kenaikan.” jelasnya.
Usai memantau sejumlah bahan pokok tersebut, selanjutnya Pemkab Situbondo dalam waktu dekat akan menganalisa terjadinya deflasi. Adapun analisa terjadinya deflasi sementara disebabkan karena bahan dan produksi bahan pokok yang melimpah. Sementara turunnya daya beli masyarakat disinyalir lantaran pendapatan yang masih kurang.
“Kami masih terus melihat, tetapi yang jadi masalah kalau produksinya tidak tinggi tetapi harganya cenderung turun itu kan terjadi penurunan daya beli masyarakat. Ini intervensi pemerintah daerah,” kata Pjs Bupati Afta.
Terpisah, Siti Asiyah, salah seorang pedagang di Pasar Mimbaan mengaku, jika semua harga kebutuhan pokok mengalami penurunan, kecuali minyak goreng. Hanya saja data beli masyarakat yang terus anjlok.
“Harganya memang bener menurun, tapi yang beli kadang juga sepi. Ya belum tau kenapa sepi di pasar. Semoga semuanya kembali pulih saja,” pungkasnya.
Editor : Agus Susanto












