TUBAN, JATIM – Awal tahun 2025, angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tuban mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menyikapi hal ini, Satlantas Polres Tuban melalui Kanit Gakkum menekankan pentingnya edukasi keselamatan berkendara sebagai langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan.
Berdasarkan data yang dirilis Satlantas Polres Tuban, sepanjang tahun 2024 tercatat 72 kasus kecelakaan dengan 13 korban meninggal dunia, tanpa korban luka berat, serta 86 orang mengalami luka ringan. Kerugian material akibat kecelakaan ini mencapai Rp89,5 juta.
Namun, memasuki awal tahun 2025, jumlah kecelakaan melonjak menjadi 93 kasus. Jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 18 orang, satu orang mengalami luka berat, dan 109 lainnya mengalami luka ringan. Kerugian materiil juga naik drastis hingga Rp158 juta, meningkat Rp73 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, IPTU Eko Sulistyo menyebut, kurangnya pemahaman pengendara terhadap aturan lalu lintas dan keselamatan berkendara menjadi faktor utama peningkatan angka kecelakaan.
“Di Indonesia, edukasi keselamatan berkendara masih minim dibandingkan negara seperti Jepang yang sudah menerapkan pendidikan keselamatan lalu lintas sejak dini,” ujarnya saat ditemui di kantornya pada Selasa (4/2/2025).
Eko juga menyoroti fakta bahwa banyak korban kecelakaan yang meninggal dunia tidak menggunakan helm saat berkendara.
“Helm adalah perlengkapan keselamatan yang sangat penting. Sayangnya, masih banyak pengendara yang mengabaikannya. Ini yang terus kami tekankan dalam edukasi kepada masyarakat,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, Satlantas Polres Tuban akan memperkuat sosialisasi dan edukasi keselamatan berkendara, terutama kepada pelajar dan pengendara pemula. Diharapkan, upaya ini dapat menekan angka kecelakaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di jalan raya. (AS/Din).
Editor : Mukhyidin Khifdi












