Kerap Sajikan Junkfood pada Menu MBG, SPPG Sumberarum Tuban Tuai Kritik

- Reporter

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ransum MBG yang disajikan SPPG di Tuban menuai kritik karena lebih mirip makanan cepat saji ketimbang hidangan bergizi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Ransum MBG yang disajikan SPPG di Tuban menuai kritik karena lebih mirip makanan cepat saji ketimbang hidangan bergizi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Di tengah isu banyak siswa keracunan setelah menyantap ransum Makan Bergizi Gratis (MBG), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Al Falah Ngrayun di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, justru menyajikan menu bernuansa junkfood. Orang tua siswa mulai mengeluhkan kualitas makanan yang disediakan.

Orang Tua dan Siswa Keluhkan Menu

Haqi, salah satu orang tua siswa, mengaku anaknya mendapat makanan berupa frozen food ditambah buah. Pada hari lain, menu yang diberikan hanya berupa french fries dengan buah dan susu.
“Kadang dapat roti yang dibelah dua, dikasih patty, selada, dan tomat seperti burger,” ungkap Haqi kepada LiputanSatu.id, Jumat (03/10/2025).
Seorang siswa yang enggan disebutkan namanya juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, ia kerap mendapat makanan cepat saji seperti kornet dan kentang goreng dari ransum MBG yang cuma membuat kenyang sebentar.

Kritik DPR dan Ahli Gizi

Dalam audiensi bersama Komisi IX DPR-RI, dr. Tan Sot Yen menyoroti kecenderungan SPPG menyajikan menu cepat saji hanya untuk menarik minat siswa, tanpa memperhatikan kualitas gizi.
“Dibagi spaghetti, dibagi bakmi gacoan, oh my god. Isi burgernya juga kadang daging olahan yang tidak jelas. Saya sendiri nista menyebutnya daging,” ujar Tan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/09/2025).
Ia menegaskan, program MBG seharusnya menjadi sarana pemenuhan gizi untuk menanggulangi stunting, bukan sekadar mengejar makanan yang disukai anak. Menurutnya, makanan lokal seperti sayur asem lebih sehat ketimbang burger berbahan gandum impor.

Tata Kelola dan Pengawasan

Dosen Hukum UGM, Dr. Herlambang P. Wiratraman, menilai tidak mengejutkan jika banyak kasus keracunan terjadi. Hal itu dikarenakan tata kelola yang dibawah standar serta  adaya konflik kepentingan.
“Karena melibatkan dana besar, bahkan patut diduga ada korupsi. Situasi ini muncul karena lemahnya pengawasan. Alih-alih menyajikan makanan bergizi, banyak yang justru memilih makanan olahan cepat saji (junkfood).” tegas Herlambang.

Kondisi tersebut kontras dengan urgensi nasional dalam menekan angka stunting. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Indonesia masih berada di angka 19,8 persen atau setara 4,48 juta balita. Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi 18,8 persen di 2025 dan mencapai 14,2 persen pada 2029.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Sumberarum belum memberikan pernyataan resmi. Upaya pewarta untuk meminta konfirmasi melalui pesan dan mendatangi lokasi belum membuahkan hasil. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee