Surabaya — Jawa Timur bersiap menjadi pelopor kemandirian ekonomi desa melalui program nasional Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih), inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang ditargetkan akan hadir di seluruh pelosok tanah air.
Sebanyak 8.501 koperasi direncanakan berdiri di desa dan kelurahan se-Jatim, menjadikan provinsi ini sebagai salah satu wilayah dengan kesiapan tertinggi di Indonesia. Koperasi ini akan menjadi motor penggerak baru untuk sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan jasa—mendorong roda ekonomi dari akar rumput dengan semangat gotong royong.
“Ini bukan sekadar koperasi. Ini adalah gerakan nasional untuk memerdekakan ekonomi desa,” tegas Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam pernyataan resminya. Ia optimis program ini mampu mengurangi ketimpangan ekonomi dan membuka peluang kerja bagi jutaan warga desa.
Langkah awal sudah dimulai dari Desa Curah Cottok, Situbondo, yang menjadi desa pertama di Jatim membentuk Kopdes Merah Putih. Koperasi di desa ini telah mulai menyerap hasil pertanian warga dan menjajaki kerja sama dengan Bulog untuk distribusi pangan.
Tak hanya menjadi tempat simpan pinjam, koperasi ini dirancang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa: dari pembiayaan usaha tani, distribusi hasil panen, hingga pelatihan kewirausahaan.
Ferry Juliantono, Wakil Menteri Koperasi, menyebut bahwa dari 80.000 koperasi desa yang akan dibentuk secara nasional, hingga 21.000 di antaranya akan berlokasi di Jawa Timur. “Ini adalah momentum emas untuk bangkit. Koperasi Merah Putih akan jadi fondasi kuat ekonomi nasional dari desa ke kota,” katanya.
Peluncuran besar-besaran program ini dijadwalkan pada Juli 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional.
Baca juga: Khofifah Jadikan Halal Bihalal Ajang Konsolidasi Ekonomi BUMD dan UMKM Jatim
Baca juga: Ambisi Memajukan Jawa Timur: Khofifah Paparkan Program Prioritas Pembangunan
Dengan antusiasme tinggi dari masyarakat dan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, Koperasi Desa Merah Putih diyakini akan menjadi tonggak baru dalam sejarah pembangunan ekonomi Indonesia—berangkat dari desa, untuk kejayaan bangsa.(Ron)
Editor : Mukhyidin Khifdhi












