Ledakan Tabung Gas LPG  di Tuban: Pria 41 Tahun Alami Luka Serius

- Reporter

Selasa, 10 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ledakan Tabung Gas LPG di Desa Wolutengah Tuban  yang melukai seorang warga, (Assayid Annazili/Liputansatu.id ).

Ledakan Tabung Gas LPG di Desa Wolutengah Tuban yang melukai seorang warga, (Assayid Annazili/Liputansatu.id ).

Tuban – Sebuah ledakan keras mengguncang permukiman warga di Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, pada Selasa sore (10/06/2025). Ledakan tersebut berasal dari sebuah tabung gas LPG yang meledak ketika Gatot Subroto (41), warga setempat, sedang membakar sampah di pekarangan rumahnya. Akibat insiden ini, Gatot mengalami luka serius pada bagian tangan dan kaki, dan kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Koesma Tuban.

Ledakan Tabung Gas LPG Saat Bakar Sampah

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 15.40 WIB. Gatot diketahui tengah membersihkan pekarangan rumahnya dan membakar tumpukan sampah kering seperti biasa. Namun, tanpa disadari, terdapat sebuah tabung gas LPG yang tidak sedang terpasang ke kompor, tergeletak di dekat lokasi pembakaran.
Api dari sampah yang dibakar ternyata menjalar dan menyambar tabung gas tersebut. Karena gas masih tersisa di dalamnya, tabung langsung meledak dengan dentuman keras, menimbulkan kepanikan di lingkungan sekitar.

“Saat kejadian korban memang sedang membakar sampah di halaman rumahnya. Tabung gas yang berada di dekat api tersambar dan meledak. Korban yang berada cukup dekat dengan sumber ledakan akhirnya mengalami luka cukup parah,” ujar Rasdan, Kepala Desa Wolutengah.

Warga Panik, Suara Ledakan Terdengar Jelas

Ledakan tersebut cukup kuat hingga terdengar di sejumlah rumah tetangga. Dimyani, salah satu warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian, mengaku sangat terkejut dan sempat panik.

“Tadi sekitar jam setengah empat sore, saya sedang di rumah bersama anak. Tiba-tiba terdengar suara ledakan sangat keras dari arah rumah Pak Gatot. Orang-orang langsung keluar rumah karena penasaran dan khawatir,” ungkap Dimyani kepada Liputansatu.id.
Setelah mendekati lokasi, warga mendapati Gatot tergeletak dengan kondisi luka di bagian tangan dan kaki. Beberapa warga langsung memberi pertolongan pertama sembari memanggil pihak desa.

Korban Segera Dilarikan ke Rumah Sakit

Mendapat laporan dari warga, Kepala Desa Rasdan langsung mendatangi lokasi dan membawa korban menggunakan mobil siaga desa menuju RSUD dr. Koesma Tuban. Penanganan cepat dilakukan untuk mencegah luka bertambah parah.

“Saya langsung bawa korban ke rumah sakit. Kondisinya cukup parah, terutama di tangan dan kaki yang terkena dampak ledakan langsung,” tambah Rasdan.

Saat berita ini diturunkan, Gatot masih menjalani perawatan di ruang perawatan intensif. Pihak keluarga berharap agar proses penyembuhan berjalan lancar dan korban segera pulih.

Peringatan untuk Warga: Waspadai Risiko Kebakaran dari Tabung Gas

Kepala Desa juga menyampaikan imbauan kepada seluruh warga untuk lebih berhati-hati dalam menangani tabung gas LPG, terutama saat berada di dekat sumber api seperti saat membakar sampah.

“Tabung gas, meskipun tidak sedang digunakan, tetap bisa berbahaya jika masih ada sisa gas di dalamnya. Jangan letakkan tabung di dekat api terbuka. Gunakan juga regulator dan selang gas yang sesuai standar SNI untuk mencegah kebocoran,” tegas Rasdan.

Ia juga meminta warga agar tidak menyimpan tabung gas sembarangan dan selalu memastikan kondisi tabung dalam keadaan baik.
“Kita harus lebih waspada. Musibah bisa terjadi kapan saja jika kita lalai,” pungkasnya.

Insiden yang dialami Gatot Subroto menjadi peringatan penting bagi masyarakat, bahwa ledakan tabung gas bisa terjadi kapan saja jika tidak ditangani dengan benar. Aktivitas sederhana seperti membakar sampah pun dapat berujung bencana bila dilakukan tanpa memperhatikan lingkungan sekitar.
Pihak desa berencana untuk melakukan sosialisasi keselamatan penggunaan gas LPG kepada warga sebagai langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee