Mensos Kunjungi Tuban, Sekolah Rakyat Diproyeksikan Tampung 1.000 Siswa dari Keluarga Miskin

- Reporter

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mensos RI kunjungi Tuban sosialisasikan DTSEN dan program Sekolah Rakyat di Mondokan yang diproyeksikan menampung 1.000 siswa keluarga miskin, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Mensos RI kunjungi Tuban sosialisasikan DTSEN dan program Sekolah Rakyat di Mondokan yang diproyeksikan menampung 1.000 siswa keluarga miskin, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tuban, Jumat (06/02/2026), dalam rangka sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sekaligus meninjau penguatan program pengentasan kemiskinan, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Mondokan.

Kedatangan Mensos disambut Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky bersama Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda di Pendopo Krido Manunggal. Dalam kunjungan tersebut, Saifullah Yusuf turut didampingi Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico dan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo.

Pemerataan Akses Pendidikan di Tuban

Bupati Tuban menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Sosial yang dinilai menjadi motivasi bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan serta pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Bupati yang akrab disapa Mas Lindra, pembangunan Sekolah Rakyat di Tuban diharapkan membuka akses pendidikan layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mendukung upaya mencerdaskan generasi penerus bangsa.

Sekolah Rakyat Tuban di Mondokan

Saat ini kawasan Sekolah Rakyat tengah dibangun di Kelurahan Mondokan di atas lahan sekitar 5–6 hektare dan ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Di sisi lain, Pemkab Tuban juga mengembangkan program Tuban Satu Data sebagai basis pengentasan kemiskinan yang memuat informasi detail penerima bantuan, mulai dari NIK, alamat, hingga jenis bantuan yang diterima. Data tersebut akan disinkronkan dengan DTSEN guna memastikan intervensi program lebih tepat sasaran.

Mensos: SR Khusus Anak-anak Kurang Mampu

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan Sekolah Rakyat diperuntukkan khusus bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 dan 2, yaitu kelompok ekonomi paling rentan.
Ia menjelaskan SR tidak membuka pendaftaran umum, melainkan melakukan pendataan aktif untuk menjangkau anak-anak yang berisiko putus sekolah agar dapat kembali memperoleh pendidikan.
“Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden untuk menyiapkan generasi penerus bangsa, karena setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi,” ujarnya.

Sekolah Rakyat Untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

Secara nasional, program Sekolah Rakyat saat ini mencakup 166 titik, melibatkan sekitar 16.000 siswa dan 2.000 guru. Program tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari strategi jangka panjang peningkatan kualitas pendidikan sekaligus upaya memutus rantai kemiskinan.

Mensos juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tuban dalam pengentasan kemiskinan serta mendorong seluruh pemangku kepentingan berperan aktif dalam pemutakhiran data melalui DTSEN.
“Data yang baik akan menuntun program tepat sasaran dan bantuan sesuai kondisi riil masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan, proses pembaruan data membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, desa, pilar sosial, hingga masyarakat agar kebijakan sosial benar-benar mencerminkan kebutuhan lapangan dan mendukung terwujudnya keadilan sosial. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Warga Soko Tuban Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan
Ironi Gedung PN Tuban Rp13,5 Miliar, Belum Dipakai Tapi Sudah Mulai Rusak
Kasus Dugaan Penjualan TKD Talangkembar:  Inspektorat Tuban Masih Hitung Kerugian Negara
Kejari Tuban Akui Kajari dan Kasi Pidum Jalani Pemeriksaan Disiplin
Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional
KPU Situbondo Perbarui Data Pemilih, Kini Capai 538.057 Orang
Bantah Ada Penggeledahan, Polemik Dugaan Uang Pelicin di Kejari Tuban Belum Reda
37 Tahun Terbengkalai, Pasar Terbesar di Situbondo Akhirnya Direvitalisasi

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:13 WIB

Warga Soko Tuban Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:02 WIB

Ironi Gedung PN Tuban Rp13,5 Miliar, Belum Dipakai Tapi Sudah Mulai Rusak

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:46 WIB

Kasus Dugaan Penjualan TKD Talangkembar:  Inspektorat Tuban Masih Hitung Kerugian Negara

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:03 WIB

Kejari Tuban Akui Kajari dan Kasi Pidum Jalani Pemeriksaan Disiplin

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:15 WIB

Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional

Berita Terbaru