Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Menteri Sosial Koordinasi Sekolah Rakyat di Situbondo, Targetkan Pendidikan Gratis Anak Miskin

- Reporter

Sabtu, 19 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Ipul, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Situbondo dalam rangka Koordinasi Pembentukan Sekolah Rakyat dan Dialog Bersama Pilar Sosial,(Fia Rahma/Liputansatu.id).

Gus Ipul, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Situbondo dalam rangka Koordinasi Pembentukan Sekolah Rakyat dan Dialog Bersama Pilar Sosial,(Fia Rahma/Liputansatu.id).

Menteri Sosial Hadir di Situbondo

Situbondo, 19 April 2025 – Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Dr. H. Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Situbondo dalam rangka Koordinasi Pembentukan Sekolah Rakyat dan Dialog Bersama Pilar Sosial. Acara ini berlangsung di Pendopo Kabupaten Situbondo dan dihadiri oleh berbagai elemen penting daerah.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah Situbondo

Kunjungan Gus Ipul mendapat sambutan langsung dari Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wakil Bupati Ulfiya, jajaran Forkopimda, serta berbagai perwakilan sosial seperti TAGANA, TKSK, Pendamping PKH, Karang Taruna, hingga Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Dalam pertemuan ini, Gus Ipul menegaskan pentingnya kesiapan daerah dalam mendukung program Sekolah Rakyat, terutama dengan memprioritaskan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Kabupaten Situbondo pun menjadi salah satu yang paling siap dalam menyambut inisiatif nasional tersebut.

Sekolah Rakyat: Solusi Pendidikan Gratis untuk Anak Miskin

Sekolah Rakyat dirancang sebagai boarding school (sekolah berasrama) dengan konsep pendidikan gratis, mulai dari konsumsi harian, alat tulis, hingga tempat tinggal siswa. Target pembangunan nasional mencapai 200 Sekolah Rakyat, dengan prioritas dimulai tahun 2025.

“Ini bukan sekadar sekolah, tapi pusat pembinaan karakter. Semua fasilitasnya gratis. Target kita 100–200 sekolah tahun ini,” jelas Gus Ipul.

Baca juga: Sekolah Rakyat Siap Wujudkan Generasi Emas 2045

Situbondo Siap Jadi Percontohan Nasional

Bupati Situbondo Mas Rio menyampaikan bahwa daerahnya telah menyiapkan lahan seluas enam hektar, melebihi batas minimum lima hektar yang ditetapkan pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga telah mendata calon siswa dari kategori Desil 1 dan Desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat.

“Kami siap jadi pilot project. Selasa nanti, Dinas Sosial bersama OPD akan berangkat ke Kemensos untuk desk teknis,” terang Bupati Mas Rio.

Baca juga: Sekolah Rakyat Siap Dibuka di Jawa Timur 2025, Bantu Anak Putus Sekolah dan Keluarga Miskin

Baca juga: Jawa Timur Dukung Sekolah Rakyat, Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Berkolaborasi

DTSEN: Dasar Data Akurat untuk Tuntaskan Kemiskinan

Gus Ipul menekankan bahwa pengentasan kemiskinan harus berbasis pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar lebih akurat dan terintegrasi lintas sektor. Data ini diperbarui setiap tiga bulan oleh BPS, memungkinkan penanganan yang lebih tepat sasaran tanpa tumpang tindih antarprogram.

“Dengan DTSEN, tak ada lagi egosektoral. Semua bergerak berdasarkan satu data. Prioritas tetap pada Desil 1, jika kosong baru ke Desil 2,” tegasnya.

Sekolah Rakyat sebagai Investasi Masa Depan Bangsa

Kehadiran Menteri Sosial di Situbondo menjadi langkah penting dalam mempercepat realisasi Sekolah Rakyat sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan dan pembinaan karakter. Komitmen Pemkab Situbondo yang tinggi serta kolaborasi aktif dengan Kemensos diharapkan menjadikan Situbondo sebagai contoh nasional dalam pelaksanaan program ini.(Fia)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Lapas Tuban Gandeng TNI dan Baznas Bedah Rumah Warga Kurang Mampu
Goa Akbar Tertinggal di Tengah Moncernya Wisata Tuban
Hanta virus Mulai Jadi Sorotan Nasional, Dinkes Tuban Minta Warga Jangan Abai
Diduga Serangan Jantung, Pria Asal Plumpang Meninggal Mendadak di Pasar Sapi Tuban
Serukan Tritura Nelayan, Gus Lilur Desak Prabowo Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL
Hunting System Digelar di Sejumlah Ruas Kota Tuban, Knalpot Brong dan Balap Liar Jadi Sasaran
Diduga Ingkar Janji Pembangunan Fasum, Warga Geruduk Ahsana Property Tuban
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kejaksaan Tagih Tunggakan Pemdes Jlodro Tuban

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 23:33 WIB

Lapas Tuban Gandeng TNI dan Baznas Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

Senin, 11 Mei 2026 - 23:26 WIB

Goa Akbar Tertinggal di Tengah Moncernya Wisata Tuban

Senin, 11 Mei 2026 - 19:58 WIB

Hanta virus Mulai Jadi Sorotan Nasional, Dinkes Tuban Minta Warga Jangan Abai

Senin, 11 Mei 2026 - 11:52 WIB

Diduga Serangan Jantung, Pria Asal Plumpang Meninggal Mendadak di Pasar Sapi Tuban

Senin, 11 Mei 2026 - 06:57 WIB

Serukan Tritura Nelayan, Gus Lilur Desak Prabowo Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL

Berita Terbaru

Wisata Goa Akbar Tuban yang berada berdampingan dengan area pasar tradisional, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Daerah

Goa Akbar Tertinggal di Tengah Moncernya Wisata Tuban

Senin, 11 Mei 2026 - 23:26 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id