Menteri Sosial Koordinasi Sekolah Rakyat di Situbondo, Targetkan Pendidikan Gratis Anak Miskin

- Reporter

Sabtu, 19 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Ipul, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Situbondo dalam rangka Koordinasi Pembentukan Sekolah Rakyat dan Dialog Bersama Pilar Sosial,(Fia Rahma/Liputansatu.id).

Gus Ipul, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Situbondo dalam rangka Koordinasi Pembentukan Sekolah Rakyat dan Dialog Bersama Pilar Sosial,(Fia Rahma/Liputansatu.id).

Menteri Sosial Hadir di Situbondo

Situbondo, 19 April 2025 – Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Dr. H. Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Situbondo dalam rangka Koordinasi Pembentukan Sekolah Rakyat dan Dialog Bersama Pilar Sosial. Acara ini berlangsung di Pendopo Kabupaten Situbondo dan dihadiri oleh berbagai elemen penting daerah.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah Situbondo

Kunjungan Gus Ipul mendapat sambutan langsung dari Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wakil Bupati Ulfiya, jajaran Forkopimda, serta berbagai perwakilan sosial seperti TAGANA, TKSK, Pendamping PKH, Karang Taruna, hingga Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Dalam pertemuan ini, Gus Ipul menegaskan pentingnya kesiapan daerah dalam mendukung program Sekolah Rakyat, terutama dengan memprioritaskan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Kabupaten Situbondo pun menjadi salah satu yang paling siap dalam menyambut inisiatif nasional tersebut.

Sekolah Rakyat: Solusi Pendidikan Gratis untuk Anak Miskin

Sekolah Rakyat dirancang sebagai boarding school (sekolah berasrama) dengan konsep pendidikan gratis, mulai dari konsumsi harian, alat tulis, hingga tempat tinggal siswa. Target pembangunan nasional mencapai 200 Sekolah Rakyat, dengan prioritas dimulai tahun 2025.

“Ini bukan sekadar sekolah, tapi pusat pembinaan karakter. Semua fasilitasnya gratis. Target kita 100–200 sekolah tahun ini,” jelas Gus Ipul.

Baca juga: Sekolah Rakyat Siap Wujudkan Generasi Emas 2045

Situbondo Siap Jadi Percontohan Nasional

Bupati Situbondo Mas Rio menyampaikan bahwa daerahnya telah menyiapkan lahan seluas enam hektar, melebihi batas minimum lima hektar yang ditetapkan pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga telah mendata calon siswa dari kategori Desil 1 dan Desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat.

“Kami siap jadi pilot project. Selasa nanti, Dinas Sosial bersama OPD akan berangkat ke Kemensos untuk desk teknis,” terang Bupati Mas Rio.

Baca juga: Sekolah Rakyat Siap Dibuka di Jawa Timur 2025, Bantu Anak Putus Sekolah dan Keluarga Miskin

Baca juga: Jawa Timur Dukung Sekolah Rakyat, Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Berkolaborasi

DTSEN: Dasar Data Akurat untuk Tuntaskan Kemiskinan

Gus Ipul menekankan bahwa pengentasan kemiskinan harus berbasis pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar lebih akurat dan terintegrasi lintas sektor. Data ini diperbarui setiap tiga bulan oleh BPS, memungkinkan penanganan yang lebih tepat sasaran tanpa tumpang tindih antarprogram.

“Dengan DTSEN, tak ada lagi egosektoral. Semua bergerak berdasarkan satu data. Prioritas tetap pada Desil 1, jika kosong baru ke Desil 2,” tegasnya.

Sekolah Rakyat sebagai Investasi Masa Depan Bangsa

Kehadiran Menteri Sosial di Situbondo menjadi langkah penting dalam mempercepat realisasi Sekolah Rakyat sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan dan pembinaan karakter. Komitmen Pemkab Situbondo yang tinggi serta kolaborasi aktif dengan Kemensos diharapkan menjadikan Situbondo sebagai contoh nasional dalam pelaksanaan program ini.(Fia)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee