Nelayan Banyuwangi Terima Dua Kapal Rampasan dari KKP dalam Program Tangkap Manfaat

- Reporter

Sabtu, 28 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyerahan kapal hasil rampasan oleh KKP kepada Nelayan Banyuwangi dalam program

Penyerahan kapal hasil rampasan oleh KKP kepada Nelayan Banyuwangi dalam program "Tangkap Manfaat",(Ist).

BANYUWANGI, JATIM – Dua kapal ikan hasil sitaan dari kasus ilegal fishing yang telah ditetapkan sebagai milik negara diserahkan kepada nelayan Banyuwangi melalui Program Tangkap Manfaat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Penyerahan kapal dilakukan oleh Dirjen Perikanan Tangkap, Irjen Lotharia Latif, di Pelabuhan Masami, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jumat (27/12).

Kedua kapal tersebut diserahkan kepada KUD Mina Blambangan Muncar dan Koperasi Pemasar Laut Pantai Mutiara Pancer, Kecamatan Pesanggaran. Kapal-kapal ini masing-masing berkapasitas 106,67 GT dan 60,05 GT, jauh lebih besar dari rata-rata kapal yang sebelumnya digunakan para nelayan.

Irjen Lotharia Latif menjelaskan bahwa kapal-kapal tersebut merupakan hasil sitaan yang telah ditetapkan oleh pengadilan menjadi milik negara. Melalui Program Tangkap Manfaat, kapal ini diberikan kepada nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Pak Menteri KKP telah mengeluarkan kebijakan agar kapal hasil ilegal fishing dapat dimanfaatkan oleh nelayan untuk meningkatkan produktivitas mereka dalam menangkap ikan,” ujar Latif.

Ia berharap kapal-kapal tersebut membantu nelayan menjangkau wilayah tangkapan yang lebih jauh dan membawa hasil tangkapan yang lebih banyak. Kapal ini juga telah menjalani proses perbaikan di Pontianak sebelum diserahkan.

Banyuwangi sebagai Contoh Pengelolaan Kapal Bantuan
Banyuwangi menjadi salah satu daerah prioritas penerima bantuan kapal rampasan ini. Menurut Latif, pengelolaan kapal oleh nelayan Banyuwangi dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi contoh bagi daerah lainnya.

“Kami yakin pengelolaan kapal di Banyuwangi akan berjalan dengan baik. KKP juga akan terus memberikan pendampingan agar kapal ini dimanfaatkan secara optimal,” tambah Latif.

Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasi atas bantuan ini. Ia berharap kapal-kapal dengan kapasitas lebih besar ini dapat meningkatkan hasil tangkapan nelayan Banyuwangi,sekaligus mendorong kesejahteraan mereka.

“Dengan kapal yang lebih besar, hasil tangkapan nelayan akan meningkat, sehingga kesejahteraan mereka pun semakin baik. Selain itu, ini juga akan mendukung produksi perikanan tangkap di Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Kapal Baru, Semangat Baru
Salah satu penerima bantuan, Nurul Bahri dari Koperasi Pemasar Laut Pantai Mutiara Pancer, mengungkapkan bahwa kapal bantuan ini akan digunakan secara bergantian oleh anggota koperasi. Dengan kapasitas kapal yang lebih besar, ia optimistis dapat menangkap ikan dalam jumlah yang lebih banyak dan menjangkau wilayah perairan yang lebih luas.

Baca juga: Dua Kapal Nelayan Terbakar di Selat Bali, Pemadaman Masih Berlangsung

“Kapal kami sebelumnya hanya berkapasitas 30 GT, sementara kapal bantuan ini 60 GT. Semoga dengan kapal ini, hasil tangkapan kami semakin melimpah,” kata Bahri penuh harap.

Program ini menunjukkan upaya nyata pemerintah dalam memanfaatkan aset negara hasil sitaan untuk mendukung produktivitas sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Editor : Agua Susantono

Berita Terkait

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda
Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam
Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai
Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan
Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Rekaman CCTV Bongkar Aksi Maling di Tuban, Satu Pelaku Masih DPO
Indonesia Asri Digencarkan, Satpol PP Tuban Tertibkan Reklame Kedaluwarsa dan Rusak
Gibran Tinjau Tol Prosiwangi, Target Waktu Tempuh Probolinggo –Banyuwangi Dipangkas Jadi 3 Jam

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:54 WIB

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Juli 2026 - 14:58 WIB

Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam

Senin, 13 Juli 2026 - 14:33 WIB

Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WIB

Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan

Senin, 13 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Molornya penyelesaian gedung membuat MPLS bagi 196 siswa baru tidak dapat dimulai sesuai jadwal. Bahkan masih terlihat beberapa pekerja di depan Sekolah Rakyat, (Assa/Liputansatu.id).

Pemerintah

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Jul 2026 - 16:54 WIB