Tuban – Kasus kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa seorang pengemudi ojek online di area proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tuban terus bergulir. Satlantas Polres Tuban kini mulai memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam proyek galian pipa di lokasi kejadian.
Unit Gakkum Satlantas Polres Tuban memanggil pihak PDAM Tirta Lestari pada Selasa (19/05/2026) untuk dimintai keterangan terkait pekerjaan proyek yang diduga menjadi pemicu kecelakaan maut tersebut.
Polisi Dalami Dugaan Kelalaian Proyek
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, IPTU Eko Sulistiono, mengatakan pemeriksaan dilakukan karena PDAM diketahui bekerja sama dengan PT Waskita Karya dalam pengerjaan proyek di kawasan tersebut.
“PDAM ini kan bekerja sama dengan PT Waskita. Setelah ini pihak PT Waskita juga akan kami lakukan pemanggilan,” ujar Eko kepada wartawan.
Menurut Eko, penyidik masih fokus mendalami proses pengerjaan proyek, termasuk mekanisme penggalian pipa yang berada di sekitar lokasi kecelakaan. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam pekerjaan tersebut.
“Pemeriksaannya seputar kenapa dilakukan penggalian, bagaimana proses pengerjaannya, kemudian kenapa sampai bisa menyebabkan kecelakaan,” jelasnya.
Namun demikian, pihak kepolisian belum bersedia membeberkan hasil pemeriksaan lantaran proses penyelidikan masih berlangsung.
PDAM Belum Beri Keterangan
Sementara itu, pihak PDAM Tirta Lestari memilih belum memberikan keterangan kepada awak media terkait pemanggilan tersebut.
Diketahui, kecelakaan itu menimpa Muhammad Iqbal Firmansyah, seorang driver ojol yang meninggal dunia usai mengalami kecelakaan tunggal pada Selasa dini hari (12/05/2026).
Korban diduga kehilangan kendali saat melintas di area proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tuban akibat adanya gundukan bekas galian pipa di badan jalan. Proyek tersebut diketahui diprakarsai oleh PT Waskita Karya.
Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan
Insiden ini menjadi sorotan publik karena kondisi jalan proyek dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari akibat minimnya pengamanan dan penanda di lokasi pekerjaan.
Warga sebelumnya juga sempat mengeluhkan kondisi jalan proyek yang gelap dan tidak memiliki rambu peringatan memadai. Polisi saat ini masih mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Kasus ini sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai standar keselamatan proyek infrastruktur yang bersinggungan langsung dengan akses publik, terutama di jalur yang masih aktif dilalui masyarakat. (Az)












