Tuban – Panen Raya Jagung Serentak tingkat nasional yang dipusatkan di Kabupaten Tuban, Sabtu (16/05/2026), mendapat pengamanan besar-besaran menjelang kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Ribuan personel gabungan dari TNI, Polri, serta instansi terkait mulai disiagakan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
Kegiatan panen raya dipusatkan di Dusun Bribin, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.
Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan
Menjelang agenda kenegaraan tersebut, aparat gabungan menggelar apel pasukan sebagai bagian dari persiapan pengamanan.
Sebanyak 670 personel Polri, 880 personel TNI, serta 30 personel dari instansi terkait diterjunkan untuk melakukan pengamanan di berbagai titik strategis.
Pengamanan meliputi jalur kedatangan tamu negara, lokasi kegiatan panen raya, hingga titik-titik yang diperkirakan menjadi pusat keramaian masyarakat.
Kasi Humas Polres Tuban, IPTU Siswanto mengatakan seluruh personel telah disiagakan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
“Panen raya ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi momentum penting untuk menunjukkan semangat gotong royong dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Karena itu seluruh personel pengamanan kami siagakan agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan masyarakat tetap merasa nyaman,” ujarnya.
Panen Raya Diproyeksikan Hasilkan 609 Ton Jagung
Panen raya jagung nasional tersebut digelar di hamparan lahan seluas 101,5 hektare.
Dari luasan tersebut diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 609 ton jagung dengan tingkat produktivitas rata-rata mencapai 6 ton per hektare.
Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan program ketahanan pangan nasional sekaligus menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung swasembada pangan.
Polisi Siapkan Layanan Kesehatan Gratis
Selain pengamanan, jajaran kepolisian juga menyiapkan layanan bakti kesehatan gratis bagi masyarakat yang hadir di lokasi kegiatan.
Warga nantinya dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari pelayanan sosial dalam agenda berskala nasional tersebut.
Menurut IPTU Siswanto, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama.
“Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, petani, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas pangan nasional,” pungkasnya. (Az)












