Ratusan Umat Katolik Tuban Ikuti Misa Kenaikan Yesus Kristus

- Reporter

Kamis, 14 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan umat Katolik mengikuti misa Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus di Gereja Santo Petrus Tuban, Kamis (14/05/2026), (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Ratusan umat Katolik mengikuti misa Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus di Gereja Santo Petrus Tuban, Kamis (14/05/2026), (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Suasana khidmat menyelimuti Gereja Katolik Santo Petrus Tuban saat ratusan umat Katolik mengikuti perayaan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus, Kamis (14/05/2026).
Perayaan tersebut menjadi momentum spiritual bagi jemaat untuk memperkuat nilai kasih, kepedulian sosial, serta persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat.
Sejak pagi hari, umat mulai memadati gereja untuk mengikuti misa yang dipimpin langsung Pastor Paroki Santo Petrus Tuban, Romo Stefanus Cholik Kurniadi.
Ibadah berlangsung sederhana namun penuh penghayatan. Sekitar 300 jemaat mengikuti rangkaian misa yang digelar sejak pagi hingga petang.

Romo Cholik: Iman Harus Diwujudkan Lewat Tindakan Nyata

Dalam homilinya, Romo Cholik mengingatkan bahwa makna Kenaikan Yesus Kristus tidak berhenti pada seremoni keagamaan semata.
Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan panggilan bagi umat agar mampu menjadi saksi iman melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Iman tanpa perbuatan adalah mati. Maka perayaan Kenaikan Tuhan harus diwujudkan melalui tindakan kasih dan kepedulian kepada sesama,” ujarnya usai misa pagi.
Ia menilai, wujud nyata dari iman dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti menjaga keharmonisan antarwarga, membantu masyarakat yang membutuhkan, hingga aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan RT maupun RW.

Ajak Umat Perkuat Toleransi dan Persaudaraan

Selain itu, Romo Cholik juga mengajak umat untuk terus menumbuhkan sikap toleransi dan persaudaraan tanpa membedakan latar belakang maupun keyakinan.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan kedamaian harus dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjadi pembawa damai itu dimulai dari hal sederhana, seperti bersikap jujur, saling memaafkan, dan hadir membantu sesama,” tambahnya.
Meski tanpa dekorasi mewah maupun rangkaian acara tambahan, suasana religius di Gereja Santo Petrus tetap terasa kuat.
Konsep ibadah yang sederhana sengaja dipilih agar umat lebih fokus memaknai inti perayaan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus.

Harapan Umat Jadi Pembawa Damai di Tengah Masyarakat

Di akhir perayaan, Romo Cholik berharap seluruh jemaat dapat membawa semangat kasih dan persaudaraan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Ia berharap umat tidak hanya mengikuti perayaan secara simbolis, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai kedamaian dalam kehidupan sosial sehari-hari.
“Harapannya, umat tidak hanya pulang membawa berkat, tetapi juga menjadi pribadi yang mampu menjaga persaudaraan dan kedamaian di lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Az)

Berita Terkait

Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional
KPU Situbondo Perbarui Data Pemilih, Kini Capai 538.057 Orang
Bantah Ada Penggeledahan, Polemik Dugaan Uang Pelicin di Kejari Tuban Belum Reda
37 Tahun Terbengkalai, Pasar Terbesar di Situbondo Akhirnya Direvitalisasi
Dua Sekolah Roboh Beruntun, Bupati Tuban Sebut Kondisi Alam Jadi Penyebab
Batu Bara Tuban Jadi Sorotan, Bupati Bilang Masih Muda, Aktivitas Tambang Justru Sudah Terlihat
Isu Penggeledahan Rumah Dinas Kajari Tuban Viral, Ada Apa?
Pemkab Tuban Bentuk Satgas Tambang, Fokus Tangani Dampak Lingkungan

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:15 WIB

Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:58 WIB

KPU Situbondo Perbarui Data Pemilih, Kini Capai 538.057 Orang

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:31 WIB

Bantah Ada Penggeledahan, Polemik Dugaan Uang Pelicin di Kejari Tuban Belum Reda

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:13 WIB

37 Tahun Terbengkalai, Pasar Terbesar di Situbondo Akhirnya Direvitalisasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:11 WIB

Dua Sekolah Roboh Beruntun, Bupati Tuban Sebut Kondisi Alam Jadi Penyebab

Berita Terbaru