Tuban – Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol), M. Iqbal Firmansyah (29), di Jalan Letda Sucipto, Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, kini memunculkan sorotan baru. Tidak hanya terkait dugaan minimnya pengamanan proyek, publik juga mempertanyakan adanya perubahan kondisi di lokasi kejadian tidak lama setelah insiden berlangsung.
Sejumlah warga menyebut, sebelum kecelakaan terjadi, perangkat pengamanan proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di sekitar lokasi diduga tidak berfungsi maksimal. Dua hand lamp atau lampu lalu lintas yang terpasang pada traffic cone proyek disebut dalam kondisi mati beberapa saat sebelum korban mengalami kecelakaan.
“Kurang lebih sekitar pukul 23.00 WIB hand lamp di traffic cone proyek itu tidak menyala. Setelah kejadian baru terlihat menyala lagi,” ujar seorang saksi mata yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Gundukan Aspal Diduga Berubah Pasca Kejadian
Selain lampu peringatan proyek, perhatian warga juga tertuju pada kondisi gundukan aspal bekas galian saluran pipa menuju proyek SR yang diduga menjadi titik awal kecelakaan korban.
Warga menyebut, tidak lama setelah insiden maut terjadi, terdapat aktivitas perbaikan pada bagian jalan yang sebelumnya tampak bergelombang dan menggunduk.
Padahal, saat itu proses penyelidikan oleh aparat kepolisian disebut masih berlangsung.
Perubahan kondisi di sekitar titik kecelakaan sebelum investigasi menyeluruh rampung kini memunculkan dugaan adanya upaya pengaburan fakta pasca-kecelakaan, meski hingga kini belum ada keterangan resmi yang menyatakan hal tersebut.
Warga Soroti Aktivitas Kendaraan Berat Proyek
Warga sekitar juga menilai kondisi jalan di sekitar proyek SR memang rawan, terutama pada malam hari. Tambalan aspal bekas galian disebut cepat rusak akibat sering dilintasi kendaraan berat proyek pengecoran.
“Kalau malam memang sering dilewati truk proyek. Aspalnya cepat rusak dan bergelombang,” ujar warga lain di sekitar lokasi.
Korban diketahui mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernopol S-2408-EX dari arah barat menuju timur sebelum akhirnya diduga kehilangan kendali usai melintasi gundukan aspal tersebut.
Polisi Masih Dalami Penyebab Kecelakaan
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Eko Sulistyo, sebelumnya menyebut dugaan awal kecelakaan dipicu faktor kurang konsentrasi pengendara.
“Insiden terjadi diduga karena pengendara kurang fokus dan kurang konsentrasi saat mengendarai kendaraan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Meski demikian, berbagai kesaksian warga dan temuan di lapangan kini memunculkan desakan agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan transparan, termasuk mendalami aspek keselamatan proyek di sekitar lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak liputansatu.id masih berupaya menghubungi pihak pelaksana proyek guna memperoleh klarifikasi resmi terkait kondisi pengamanan proyek maupun aktivitas di lokasi pasca-kecelakaan. (Aj)












