Belum Ada Rambu, Gundukan Aspal Proyek Sekolah Rakyat Diduga Sebabkan Ojol Tewas

- Reporter

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rekan sesama pengemudi ojek online mendatangi lokasi kecelakaan maut di Jalan Letda Sucipto, Tuban, usai seorang driver ojol tewas diduga akibat menghantam gundukan aspal bekas proyek Sekolah Rakyat, Selasa (12/5/2026) dinihari, Aji Swasto/Liputansatu.id).

Rekan sesama pengemudi ojek online mendatangi lokasi kecelakaan maut di Jalan Letda Sucipto, Tuban, usai seorang driver ojol tewas diduga akibat menghantam gundukan aspal bekas proyek Sekolah Rakyat, Selasa (12/5/2026) dinihari, Aji Swasto/Liputansatu.id).

Driver Ojol Tewas Setelah Hantam Gundukan Aspal

Tuban – Gundukan aspal jalan yang diduga bekas galian pipa proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Tuban kembali memakan korban jiwa. Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama M. Iqbal, warga Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, meninggal dunia usai mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Letda Sucipto, Kelurahan Mondokan, Selasa (12/05/2026).
Korban diketahui mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi S-2408-EX dari arah barat menuju timur saat insiden terjadi. Saat melintas di depan proyek pembangunan Sekolah Rakyat, motor korban diduga menghantam gundukan aspal bekas galian pipa yang berada di tengah jalur.
Korban yang mengenakan jaket oranye khas pengemudi ojol itu kemudian kehilangan kendali hingga terpental sejauh kurang lebih 100 meter ke badan jalan.

Bekas Galian Pipa Diduga Belum Kering Sempurna

Berdasarkan keterangan warga sekitar, kondisi jalan di lokasi kejadian sebelumnya baru dilakukan pengerjaan pemasangan pipa untuk proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang disebut dikerjakan oleh perusahaan BUMN, PT Waskita Karya.
Aspal penutup bekas galian diduga belum kering sempurna dan mengalami gundukan setelah dilalui kendaraan berat proyek pengecoran pada malam hari.
“Saat kejadian korban melaju dengan kecepatan cukup tinggi, lalu menabrak gundukan aspal di depan proyek SR hingga terpental jauh,” ujar Akmal, salah satu saksi mata di lokasi kejadian.
Minimnya penerangan jalan pada malam hari diduga turut memperparah kondisi hingga korban tidak sempat menghindari gundukan aspal tersebut.

Warga Sebut Tidak Ada Rambu Peringatan

Kecelakaan maut tersebut memicu sorotan warga terkait aspek keselamatan proyek infrastruktur di kawasan tersebut. Warga mengaku sebelum insiden terjadi tidak terdapat rambu peringatan maupun tanda pengaman di sekitar bekas galian pipa proyek.
“Sebelum ada insiden maut ini, belum ada rambu peringatan sama sekali di sekitar gundukan galian pipa itu. Baru setelah ada korban jiwa begini, pihak proyek buru-buru memasang rambu peringatan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Pernyataan warga tersebut memunculkan dugaan adanya kelalaian pengamanan proyek yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Korban Dievakuasi Warga ke RSNU Tuban

Usai kecelakaan terjadi, warga sekitar bersama pengguna jalan lain langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke tepi jalan untuk menghindari kecelakaan lanjutan di jalur lurus tersebut.
“Melihat ada laka, kami langsung memindahkan korban ke tepi jalan. Saat dievakuasi, kondisi korban kemungkinan besar sudah meninggal dunia di tempat,” ungkap Suyanto, warga sekitar.
Jenazah korban kemudian langsung dilarikan ke Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban.

Rekan Sesama Ojol Datangi Lokasi Kejadian

Pantauan di lokasi, puluhan rekan sesama pengemudi ojek online tampak berdatangan ke tempat kejadian perkara (TKP) usai mendengar kabar duka tersebut. Suasana haru dan duka menyelimuti lokasi kecelakaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak liputansatu.id masih menunggu hasil olah TKP resmi dan keterangan lebih lanjut dari Unit Gakkum Satlantas Polres Tuban terkait penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. (Aj)

Berita Terkait

Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional
KPU Situbondo Perbarui Data Pemilih, Kini Capai 538.057 Orang
Bantah Ada Penggeledahan, Polemik Dugaan Uang Pelicin di Kejari Tuban Belum Reda
37 Tahun Terbengkalai, Pasar Terbesar di Situbondo Akhirnya Direvitalisasi
Dua Sekolah Roboh Beruntun, Bupati Tuban Sebut Kondisi Alam Jadi Penyebab
Acara Sound Horeg di Tuban Digelar Tanpa Izin, Polisi Pilih Fokus Amankan Massa
Patok Batas Hilang, Kasus Penyerobotan Lahan di Tuban Kian Rumit
Batu Bara Tuban Jadi Sorotan, Bupati Bilang Masih Muda, Aktivitas Tambang Justru Sudah Terlihat

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:15 WIB

Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:58 WIB

KPU Situbondo Perbarui Data Pemilih, Kini Capai 538.057 Orang

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:31 WIB

Bantah Ada Penggeledahan, Polemik Dugaan Uang Pelicin di Kejari Tuban Belum Reda

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:13 WIB

37 Tahun Terbengkalai, Pasar Terbesar di Situbondo Akhirnya Direvitalisasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:11 WIB

Dua Sekolah Roboh Beruntun, Bupati Tuban Sebut Kondisi Alam Jadi Penyebab

Berita Terbaru