Ratusan Ojol Tuban Gelar Aksi Solidaritas di Lokasi Rekannya Tewas, Tuntut Keadilan untuk Korban

- Reporter

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan pengendara ojek online menggelar aksi solidaritas dengan menyalakan lilin dan tabur bunga di lokasi kecelakaan maut yang menewaskan rekan mereka di depan proyek Sekolah Rakyat Tuban, Rabu malam (13/05/2026), (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Ratusan pengendara ojek online menggelar aksi solidaritas dengan menyalakan lilin dan tabur bunga di lokasi kecelakaan maut yang menewaskan rekan mereka di depan proyek Sekolah Rakyat Tuban, Rabu malam (13/05/2026), (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Ratusan pengendara ojek online (ojol) di Kabupaten Tuban menggelar aksi solidaritas di lokasi kecelakaan maut yang merenggut nyawa rekan mereka, Muhammad Iqbal, di Jalan Letda Sucipto, depan proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR), Rabu malam (13/05/2026).
Aksi berlangsung damai dengan diwarnai doa bersama, tabur bunga, penyalaan lilin, serta orasi bergantian dari sejumlah komunitas ojol. Mereka menuntut pihak-pihak yang berkaitan dengan proyek di lokasi kejadian bertanggung jawab atas insiden yang menewaskan rekannya tersebut.
Suasana haru menyelimuti lokasi saat para pengendara ojol berkumpul di titik tempat korban diduga mengalami kecelakaan akibat gundukan aspal bekas aktivitas proyek.

Ojol Soroti Pengamanan Proyek

Dalam orasinya, salah satu peserta aksi, Ali Syafaat, menilai kecelakaan yang menimpa rekannya tidak bisa dilepaskan dari aktivitas proyek pembangunan di sekitar lokasi.
“Seharusnya dalam pengerjaan proyek itu harus zero accident, pihak proyek juga harus memasang rambu dan lampu peringatan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan sesama pengendara ojol agar lebih berhati-hati saat bekerja di malam hari, terutama ketika melintasi jalur proyek dan area minim penerangan.
“Kalau capek lebih baik istirahat dulu,” tambahnya.

Komunitas Ojol Akan Kawal Kasus

Koordinator aksi yang juga Ketua Komunitas Langgeng, Nanang Sasmito, menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas sekaligus dorongan agar proses penanganan kasus dilakukan secara adil dan transparan.
“Kami keberatan dari apa yang disampaikan jika rekan kami kecelakaan tunggal ya, padahal itu ada gundukan dan tidak ada penanda apapun,” ujarnya kepada awak media usai aksi.
Menurutnya, komunitas ojol akan terus mengawal kasus tersebut hingga keluarga korban mendapatkan perhatian dan kejelasan terkait peristiwa yang terjadi.

Keluarga Korban Soroti Tali Asih

Sementara itu, pihak keluarga korban juga mengaku masih keberatan dengan penanganan yang dilakukan pihak terkait proyek.
Sujiono, keluarga korban, menyampaikan bahwa pihak keluarga memang telah menerima tali asih. Namun nilai yang diberikan dinilai belum sebanding dengan kehilangan yang dialami keluarga.
“Memang diberi tadi dari SR (Sekolah Rakyat),” ujarnya.
Saat ditanya nominal bantuan tersebut, ia menyebut keluarga menerima uang sebesar Rp20 juta.
Meski demikian, keluarga menilai persoalan ini bukan hanya soal nominal bantuan, melainkan juga bentuk tanggung jawab moral atas kejadian yang menewaskan korban.

Komunitas Minta Keluarga Korban Diperhatikan

Ketua Komunitas PDOI Tuban, Hendra Waskita, yang turut hadir dalam aksi tersebut mengaku ikut mendampingi proses penyerahan tali asih kepada keluarga korban.
Ia berharap perhatian terhadap keluarga korban tidak berhenti setelah pemberian bantuan dilakukan.
“Harap diperhatikan lagi, tidak hanya datang memberi lalu tidak diperhatikan lagi. Namun juga kelegaan dari keluarga korban,” ujarnya.
Hendra menegaskan komunitas ojol merasa sangat kehilangan sosok rekan kerja mereka. Ia juga menyinggung bahwa peristiwa serupa sebelumnya pernah terjadi dan menimpa pengendara ojol di daerah lain.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor proyek terkait tuntutan para pengemudi ojol maupun sorotan terhadap sistem pengamanan proyek di lokasi kecelakaan. (Az)

Berita Terkait

Warga Soko Tuban Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan
Ironi Gedung PN Tuban Rp13,5 Miliar, Belum Dipakai Tapi Sudah Mulai Rusak
Kasus Dugaan Penjualan TKD Talangkembar:  Inspektorat Tuban Masih Hitung Kerugian Negara
Kejari Tuban Akui Kajari dan Kasi Pidum Jalani Pemeriksaan Disiplin
Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional
KPU Situbondo Perbarui Data Pemilih, Kini Capai 538.057 Orang
Bantah Ada Penggeledahan, Polemik Dugaan Uang Pelicin di Kejari Tuban Belum Reda
37 Tahun Terbengkalai, Pasar Terbesar di Situbondo Akhirnya Direvitalisasi

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:13 WIB

Warga Soko Tuban Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:02 WIB

Ironi Gedung PN Tuban Rp13,5 Miliar, Belum Dipakai Tapi Sudah Mulai Rusak

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:46 WIB

Kasus Dugaan Penjualan TKD Talangkembar:  Inspektorat Tuban Masih Hitung Kerugian Negara

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:03 WIB

Kejari Tuban Akui Kajari dan Kasi Pidum Jalani Pemeriksaan Disiplin

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:15 WIB

Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional

Berita Terbaru